BolaSkor.com - Barcelona menuju ruang gelap jelang berakhirnya musim ini. Meski demikian, trofi Liga Champions bisa menjadi obat di tengah situasi pelik.

Barcelona lekat dengan masalah pada musim ini. Entah dari dalam atau luar tim, Barcelona menjadi bahan pembicaraan dengan sentimen negatif.

Sejak awal musim, langkah Barcelona terlihat tidak meyakinkan. Dari enam pertandingan, Barca hanya meraih dua kemenangan.

Kondisi tersebut membuat posisi Ernesto Valverde terancam. Valverde dianggap tidak punya cukup kemampuan menukangi pemain bintang. Apalagi, pemain mahal seperti Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele tidak dimanfaatkan dengan baik oleh sang pelatih.

Baca Juga:

Quique Setien Mengecewakan di Barcelona, Berikut 3 Calon Penggantinya

Pep Guardiola Minta Lionel Messi Tidak Tinggalkan Barcelona

Dua Klub yang Dapat Diperkuat Lionel Messi jika Hengkang dari Barcelona

Barcelona

Pada akhirnya, kisah Valverde dengan Barcelona berakhir pada pertengahan Januari 2020. Tak butuh waktu lama, Barca langsung menunjuk Quique Setien, pelatih yang dianggap memiliki segudang taktik.

Menurut kabar yang beredar, Setien bukanlah pilihan utama bagi Barcelona. Barca menargetkan Xavi Hernandez untuk pulang ke Camp Nou.

Namun, Xavi menolak tawaran yang diajukan Barcelona. Xavi merasa dirinya belum memiliki cukup ilmu untuk menukangi tim yang sebagian besar dihuni mantan rekan satu timnya ketika masih aktif bermain.

Setien pun tak luput dari kritik. Sang pelatih dianggap tak pantas menukangi klub dengan pamor sebesar Barcelona. Apalagi, rekam jejak Setien hanyalah menakhodai klub papan tengah seperti Real Betis.

Angin kian kencang menerpa karena Setien tak bisa membawa Barcelona meraih kemenangan. Barcelona ditekuk klub seperti Valencia dan Athletic Bilbao.

Kekalahan kontra Bilbao juga memastikan Barcelona tak bisa meraih titel Copa del Rey pada musim ini. Gol Inaki Williams pada babak tambahan membuat Barca gagal ke final Copa del Rey sejak 2013.

Setien kian tersudut setelah dikabarkan terlibat konflik dengan sang megabintang, Lionel Messi. Kabarnya, La Pulga tidak mau mengikuti instruksi yang diberikan sang pelatih.

Siapa yang menentang Messi di Barcelona tentu sama saja mengubur dirinya sendiri. Maklum, Messi adalah simbol Barcelona yang telah memberikan segalanya.

Lionel Messi dikabarkan menghentikan proses pembicaraan kontrak baru dengan Barcelona karena masalah tersebut. Penyerang 33 tahun itu sangsi dengan masa depan Barca.

Barcelona kian terpuruk setelah disalip Real Madrid pada pemuncak klasemen LaLiga. Bahkan kini, dengan dua laga tersisa, Los Blancos unggul empat poin.

Barcelona

Jika tidak ada kejutan, Real Madrid berpeluang besar memenagi LaLiga andai mengalahkan Villarreal. Bahkan, jika kalah, Madrid masih berpeluang besar karena pada laga terakhir hanya menghadapi Leganes, klub yang saat ini menghuni zona merah.

Lantas, apa yang akan menyelamtakan muka Barcelona setelah mengarungi musim jeblok? Jawabannya adalah trofi Liga Champions.

Saat ini, Barcelona berada pada babak 16 besar. Barca akan melakoni leg kedua melawan Napoli setelah pada pertemuan pertama kedua tim bermain 1-1.

Andai menang, Barcelona akan terbang ke Portugal untuk bertarung dengan jawara Eropa lainnya. Sialnya, Barca masuk ke dalam bagan maut.

Barca akan menghadapi pemenang antara Bayern Munchen melawan Chelsea. Jika melaju, Barca bisa diuji Manchester City, atau Real Madrid, atau Juventus, atau Olympique Lyon.

Dengan demikian, rencana memutus dahaga gelar Liga Champions sejak terakhir kali meraihnya pada musim 2014-2015 pun menjadi sulit. Apalagi, dalam dua musim terakhir, Barcelona kerap terpeleset kendati sudah di atas angin (kontra AS Roma dan Liverpool).

Berkaca dari situasi saat ini, trofi Liga Champions adalah satu-satunya cara menyelamatkan Barcelona dari musim yang buruk. Akan tetapi, jangan lupakan jika tidak mudah meraih si kuping besar.