BolaSkor.com - Pengalaman segudang Juventus, tim yang sudah memenangi delapan Scudetto beruntun, terbukti jitu ketika melawan tim rival, Inter Milan, dalam laga bertajuk Derby d'Italia di pekan tujuh Serie A di Giuseppe Meazza, Senin (7/10) dini hari WIB.

Bianconeri menang 2-1 atas Inter yang baru ini juga menelan kekalahan 1-2 melawan Barcelona di Liga Champions. Alhasil, tampuk klasemen Serie A saat ini kembali ditempati oleh Juventus dan menjaga jarak dengan Inter di urutan dua dengan jarak satu poin.

Juventus, yang turun dengan taktik 4-3-1-2, langsung unggul cepat saat laga baru berjalan empat menit. Umpan terobosan Miralem Pjanic dikonversi menjadi gol oleh Paulo Dybala dari sudut sempit, mengejutkan Milan Skriniar dan Samir Handanovic. 1-0 Juve unggul.

Baca Juga:

Derby d'Italia: Laga Derby, namun Tak Mempertemukan Tim Sekota

Dibenci Fans Juventus, Conte: Ini Sepak Bola, Bukan Perang

Prediksi Inter Milan Vs Juventus: Uji Kelayakan Nerazzurri Rebutkan Scudetto 2019-20

Kedudukan itu bertahan selama 10 menit sebelum wasit memberikan hadiah penalti di menit 16. Berkonsultasi dengan VAR (Video Asisten Wasit), wasit setuju dengan adanya penalti setelah Matthijs de Ligt melakukan handball di area terlarang.

Lautaro Martinez jadi eksekutor penalti dan mencetak gol penyama kedudukan di menit 18. 1-1 kedudukan kini. Pertandingan berjalan ketat setelahnya dan Stefano Sensi tak dapat melanjutkan laga karena cedera, digantikan oleh Matias Vecino di menit 34.

Duel Diego Godin vs Cristiano Ronaldo

Kedudukan tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir. Jalannya pertandingan di paruh pertama ini berjalan dengan seru. Kedua tim bermain dengan intensitas dan determinasi tinggi untuk mengamankan tiga poin.

Masalah cedera kembali terjadi di babak kedua untuk Inter. Diego Godin tak bisa melanjutkan laga dan digantikan dengan Alessandro Bastoni di menit 54. Sementara Maurizio Sarri mengganti formasinya pada menit 62.

Masuknya Rodrigo Bentancur dan Gonzalo Higuain, menggantikan Sami Khedira dan Federico Bernardeschi, mengubah taktik Juve menjadi 4-3-3. Sarri ingin timnya bermain lebih agresif untuk kembali mendapatkan keunggulan.

Benar saja, Inter, dengan filosofi sepak bola Antonio Conte, coba bermain efisien dan membuat Juventus frustrasi lalu melancarkan serangan balik. Tapi, perjudian yang dilakukan Sarri berbuah hasil positif.

Pada menit 80, melalui satu-dua sentuhan bola, dua pemain pengganti, Bentancur dan Higuain, bekerja sama dalam proses terciptanya gol. El Pipita mencetak gol ke gawang Inter dan ini jadi gol penentu kemenangan Juventus dengan skor akhir 2-1.

"Laga hebat telah dimainkan Juventus. Inter tim paling solid di liga, mereka memenangi enam laga beruntun. Kami telah bermain dengan determinasi dan karakter yang hebat. Saya lega kami meraih tiga poin," tutur Higuain kepada Sky Sport Italia.

Susunan Pemain:

Inter Milan (3-5-2): Samir Handanovic; Milan Skriniar, Stefan de Vrij, Diego Godin (Alessandro Bastoni 54'); Danilo D’Ambrosio, Nicolo Barella, Marcelo Brozovic, Stefano Sensi (Matias Vecino 34'), Kwadwo Asamoah; Lauturo Martinez (Matteo Politano 78'), Romelu Lukaku.

Pemain Cadangan: Alessandro Bastoni, Matias Vecino, Andrea Ranocchia, Matteo Politano, Sebastiano Esposito, Valentino Lazaro, Borja Valero, Federico Dimarco, Daniele Padelli, Antonio Candreva, Roberto Gagliardini, Cristiano Biraghi.

Pelatih: Antonio Conte

Juventus (4-3-1-2): Wojciech Szczesny; Juan Cuadrado, Leonardo Bonucci, Matthijis de Ligt, Alex Sandro; Miralem Pjanic, Blaise Matuidi, Sami Khedira (Rodrigo Bentancur 62'), Federico Bernardeschi (Gonzalo Higuain 62'); Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala (Emre Can 71').

Pemain Cadangan: Adrien Rabiot, Aaron Ramsey, Gonzalo Higuain, Merih Demiral, Carlo Pinsoglio, Rodrigo Bentancur, Gianluigi Buffon, Emre Can, Daniele Rugani.

Pelatih: Maurizio Sarri