BolaSkor.com - Selang sehari setelah Arab Saudi menghadirkan kejutan dengan kemenangan 2-1 atas Argentina, tim favorit juara Piala Dunia 2022, Jepang kembali menghadirkan kejutan saat menang 2-1 atas Jerman.

Situasinya pun sama, Jepang melakukan comeback setelah tertinggal dari gol penalti Ilkay Gundogan (33'). Hajime Moriyasu memasukkan dua pemain dari bangku cadangan dan mereka jadi super-sub dengan golnya, yakni Ritsu Doan (75') dan Takuma Asano (83').

Jepang meraih kemenangan spesial atas tim yang sudah empat kali memenangi titel Piala Dunia, dan juga favorit juara tahun ini. Jepang juga bermain efisien karena Jerman sedianya punya 78 persen penguasaan bola.

Tidak hanya itu karma pun seolah berbalik kepada bek Jerman, Antonio Rudiger. Publik melihatnya jelas pada menit 63 saat ia berlari dan menutup pergerakan Takuma Asano, Rudiger seolah mengejek dengan gaya larinya dan setelahnya tersenyum.

Baca Juga:

Bintang Laga Jerman Vs Jepang: Shuichi Gonda, Penjaga Asa Comeback Samurai Biru

Jerman 1-2 Jepang: Samurai Biru Libas Tim Panser

8 'Mata-mata' Jepang yang Berkarier di Jerman

Sikap mantan bek Chelsea itu langsung mendapatkan kritikan dari eks pemain timnas Jerman, Dietmar Hamann. Menurutnya itu tidak profesional dan kini justru Jepang yang tertawa, bukan Rudiger.

"Rudiger mengangkat kakinya dan tahukah Anda. Anda tidak meremehkan lawan (seperti itu) karena selalu muncul kembali pada tahap tertentu," papar Hamann dikutip dari Dailymail.

"Saya pikir itu sangat tidak profesional. Saya pikir itu sudah kelewatan. Arogan. Dia semepat tertawa, sekarang hanya ada satu tim yang tertawa."

"Semangat dari permainan ini adalah tentang menghormati lawan, menghormati lawan Anda. Dan dia tidak melakukannya. Saya tidak punya penjelasan atau alasan untuk itu," lanjut mantan pemain Liverpool tersebut.

Dua pandit sepak bola talkSPORT, Tony Cascarino dan Jim Proudfoot, juga mengomentari gaya lari Rudiger yang terkesan meremehkan Jepang tersebut.

"Rudiger mengejek posisi lawannya, Asano, itu gaya lari yang aneh tapi dia tertawa saat berlari," tambah Cascarino.

"Dia memiliki gaya berlari yang istimewa. Lengannya seperti karakter kartun yang berlari melalui treacle, tapi dia benar-benar membuat kemajuan saat kelihatannya dia tidak seharusnya melakukannya," imbuh Proudfoot.

Liam Brady, eks pemain Arsenal, juga menilai Rudiger saat ini tentunya akan malu jika melihat kembali tayangan ulang tersebut dan menyesal telah melakukannya.

"Dia akan malu ketika dia melihat itu lagi dan ketika dia melihat hasil itu juga. Karena orang Jepang mengincarnya. Saya pikir itu Asano yang diejeknya. Seperti yang dikatakan Didi, dia tidak akan tersenyum sekarang, Rudiger," pungkas Brady.

Pro kontra soal gaya lari Antonio Rudiger bermunculan. Akan tapi cukup banyak juga yang membelanya sebab di masa lalu, bagi yang sering mengamatinya, Rudiger acapkali berlari seperti itu saat masih membela Chelsea dan juga Jerman.