BolaSkor.com - Timnas Belgia akan menantang Prancis pada semifinal UEFA Nation League 2021. Laga ini mengingatkan publik akan pertemuan kedua tim di semifinal Piala Dunia 2018.

Saat itu, Prancis mampu mengalahkan Belgia dengan skor tipis 1-0. Samuel Umtiti mencetak gol tunggal kemenangan Les Bleus lewat sundulan memanfaatkan skema sepak pojok.

Meski begitu, kemenangan Prancis dianggap berbau keberuntungan. Itu karena Belgia tampil dominan sepanjang pertandingan.

Wajar jika skuat Belgia sulit menerima kekalahan ini. Apalagi Prancis akhirnya keluar sebagai juara usai mengalahkan Kroasia di final.

Baca Juga:

Kualifikasi Piala Dunia 2022: Griezmann Sejajarkan Diri dengan Platini

Penampilan Prancis Terus Merosot, Paul Pogba: Saya Bisa Gila

Tak Kunjung Menang, Ada Apa dengan Prancis?

Mayoritas skuat Belgia dan Prancis tiga tahun lalu tak banyak berubah sampai saat ini. Aroma balas dendam pun sarat mengiringi duel kedua tim di Allianz Stadium, Jumat (8/10) dini hari WIB.

Namun Belgia tak mau terjebak dengan dendam di masa lalu. Roberto Martinez selaku pelatih meminta anak-anak asuhnya untuk fokus memenangi pertandingan.

“Tidak ada pertanyaan tentang balas dendam. Prancis adalah juara dunia dan kami ingin melewati mereka sehingga kami bisa masuk ke final," kata Martinez pada sesi jumpa pers jelang laga.

Martinez punya alasan kuat untuk meredam emosi anak-anak asuhnya. Ia tak mau hal ini justru mengganggu rencana yang sudah disusunnya.

Faktor taktik dan strategi akan sangat krusial dalam laga nanti. Ia butuh fokus penuh dari Romelu Lukaku dan kawan-kawan demi meredam kekuatan Prancis.

Pandangan serupa juga disampaikan penggawa Belgia, Axel Witsel. Ia mengaku sudah melupakan kekalahan di semifinal Piala Dunia 2018.

“Kami telah move on dari kekalahan di semifinal Piala Dunia. Ini adalah pertandingan yang sama sekali berbeda," kata Witsel.

"Kami tidak ingin menempatkan diri kami di bawah tekanan ekstra. Kami harus tetap tenang karena kami harus mengalahkan tim yang bagus untuk mencapai final."

Peluang Belgia untuk memenangi pertandingan cukup terbuka. Kekuatan Prancis kini tidak sebaik tiga tahun lalu usai tersingkir secara dini di Piala Eropa 2020.