BolaSkor.com - Legenda Manchester United, Patrice Evra, tak pernah berhenti mengikuti segala informasi dan perkembangan mengenai mantan klubnya tersebut. Termasuk saat ini di era baru di bawah asuhan Erik ten Hag.

Manajer asal Belanda ditunjuk menggantikan Ralf Rangnick yang sebelumnya juga menggantikan Ole Gunnar Solskjaer. Performa tim mencapai titik nadir musim lalu dengan kegagalan masuk empat besar, plus tidak memenangi trofi selama lima musim beruntun.

Begitu banyak faktor yang terjadi, termasuk faktor utama adalah manajemen yang berantakkan, baik itu saat merekrut pemain atau staf. Itu coba dibenahi saat ini bersama Ten Hag.

Namun di satu momen di masa lalu ada satu hal yang menarik perhatian Evra, yakni ketika Manchester United punya kans merekrut Antonio Conte pasca pergi dari Inter Milan di akhir musim 2020-2021.

Baca Juga:

Waktu Terus Berlalu, Transfer Frenkie de Jong Masih Buntu

Louis van Gaal Gagalkan Rencana Manchester United untuk Rekrut Jurrien Timber

Buruan Manchester United Kembali Menjauh dari Genggaman

Alih-alih merekrutnya Man United masih memercayai Solskjaer hingga akhirnya Conte ke Tottenham Hotspur, memotivasi tim dan sukses masuk ke empat besar klasemen. Itulah yang jadi penyesalan Evra.

"Itu menyakiti hati saya. Karena saya pikir Conte, (Jurgen) Klopp, (Pep) Guardiola - semua manajer itu adalah yang terbaik di dunia saat ini dan kami bisa memilikinya di Manchester United," terang Evra seperti dilansir dari Mirror.

“Tetapi beberapa orang di klub, mereka berkata, 'Ini bukan gaya kami, bukan itu yang kami cari'."

“Jadi mari kita lihat, sekarang kami memiliki Erik ten Hag. Mari kita lihat apa yang akan dia lakukan. Dia mendapat dukungan saya. Tapi kemudian, bahkan jika Anda membawa seorang koki, sebagai manajer Man United, dia akan mendapat dukungan penuh saya."

Evra bukan menyesal karena Conte tak ke Man United dan klub punya Ten Hag saat ini. Menurutnya yang pernah dilatih Conte di Juventus, Conte membawa mentalitas juara dan pelatih top yang mampu mengangkat performa tim. Itu terbukti dengan kesuksesan memenangi liga dengan Juventus, Chelsea, dan Inter.

“Ini adalah kekecewaan besar karena dia bisa melakukan sesuatu di Man Utd. Dan Anda bisa lihat dengan Tottenham, dia membantu mereka lolos ke Liga Champions," tambah Evra.

“Mereka memiliki pemain yang sama, jadi itu sebabnya manajer ini jenius. Ketika saya tiba di Juventus, setiap pemain memberi tahu saya, 'Patrice, orang ini jenius'."

“Dia kecanduan, dia sangat bersemangat tentang sepak bola. Jadi Anda akan berlari sangat keras. Dia akan membuat Anda berkeringat."

"Tetapi jika Anda melihat para penggemar Tottenham, mereka sangat senang karena ketika mereka melihat para pemain sekarang, menang atau kalah, mereka memberikan segalanya. Itulah mentalitas Antonio Conte."

“Makanya saya bilang sakit. Bukan karena itu Tottenham - saya suka setiap tim - tapi itu hanya karena Conte bisa melakukan sesuatu," pungkas Evra.