BolaSkor.com - Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir Romelu Lukaku telah mengalami perkembangan pesat dari segi kedewasaan bermain. Kegagalan kala bermain dengan Chelsea (di periode pertama) dan Manchester United jadi pelajaran berharga untuknya.

Titik baliknya terjadi kala Lukaku bergabung dengan Inter Milan pada 2019. Kepercayaan dirinya bangkit bersama Antonio Conte dan dari medio 2019 hingga 2021 Lukaku menorehkan 64 gol dari 95 laga kompetitif dengan Il Nerazzurri.

Musim lalu, Lukaku mempersembahkan Scudetto untuk Inter setelah menanti selama 11 tahun lamanya. Kebangkitan karier Lukaku itu membawanya kembali ke Chelsea. The Blues menebusnya sebesar 115 juta euro dari Inter pada 2021.

Baca Juga:

Jadi Pahlawan Chelsea, Romelu Lukaku Dapat Label Striker Limited Edition

Romelu Lukaku: Terbentur, Terbentur, Terbentuk

7 Pemain yang Kembali ke Pelukan Mantan pada Musim Panas 2021

Sebagai penyerang Lukaku ideal pada posisi target man. Dengan tubuh besar dan fisik yang bagus, Lukaku dapat menahan bola dengan baik dari sergapan lawan dan punya penyelesaian akhir yang mematikan.

Lukaku berada di antara deretan penyerang-penyerang top Eropa bersama Harry Kane, Robert Lewandowski, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland. Sosok Lukaku sebagai penyerang itu tak lepas dari pengamatan bek Juventus Leonardo Bonucci.

Cara Hentikan Romelu Lukaku

Bonucci cukup tahu karakteristik bermain Lukaku dari masa-masanya di Italia. Lukaku dan Inter hanya menang sekali dari enam percobaan melawan Juventus, sekali mencetak gol pada musim 2020-2021.

Menurut Bonucci (34 tahun) cara menghentikan Lukaku yang tepat adalah tidak meladeninya dengan duel fisik, melainkan dengan melakukan zonal marking dan mencegah bola sampai ke kaki Lukaku.

Leonardo Bonucci vs Romelu Lukaku

“Romelu Lukaku telah membuktikan dirinya sebagai striker yang lengkap,” kata Bonucci sebagaimana dikutip dari Football-Italia. “Dia bisa memenangkan pertandingan sendiri."

“Ketika Anda menghadapinya, Anda harus fokus selama 100 menit dalam satu pertandingan. Sayangnya bagi kami para bek, kami tidak dapat melepaskan otak kami bahkan selama 10 detik karena 10 detik itu mungkin mematikan."

“Anda tidak boleh menghadapi Lukaku langsung dalam pertempuran fisik atau bermain ketat. Sebaliknya, bersiaplah untuk mundur bertahan karena ketika timnya menguasai bola, dia akan mencoba berlari di belakang (pertahanan)."

“Di dalam kotak penalti, dia hebat dalam bermain satu lawan satu sehingga Anda harus unggul, untuk mencoba membaca permainan dan bermain keras."

"Jika Anda membiarkan dia mengambil posisi dan dia mendahului Anda, Anda tidak akan bisa melangkah keluar dan mengantisipasi apa yang akan terjadi," terang dia.

Singkatnya, cara menghentikan Lukaku adalah dengan menghentikan suplai bola yang diberikan kepadanya, bukan dengan meladeninya dalam duel fisik.