BolaSkor.com - Liverpool akan menjamu RB Salzburg di Anfield dalam lanjutan laga kedua grup E Liga Champions, Kamis (3/10) pukul 02.00 dini hari WIB. Salzburg, menurut Jurgen Klopp, diibaratkan 'adik' bagi The Reds.

Ucapan Klopp bukannya tidak memiliki dasar yang kuat. Jesse Marsch, pelatih Salzburg, pernah menjadi asisten pelatih RB Leipzig di bawah asuhan Ralf Rangnick. Menyerap ilmu dari Rangnick, Marsch coba menerapkan metode yang sama di Salzburg.

Metode yang dimaksud itu adalah permainan ala gegenpressing: menekan lawan ketika mengontrol bola dan melakukan serangan balik. Permainan itu sukses diterapkan ketika Salzburg menang 6-2 atas Genk di laga pertama grup Liga Champions.

Baca Juga:

Prediksi Liverpool Vs Salzburg: Anfield dan Sorotan kepada Erling Braut Haaland

Liverpool Kukuh di Puncak Klasemen, Virgil van Dijk Ogah Jemawa

Start Terbaik Liverpool dalam 29 Tahun Terakhir

Jurgen Klopp

"Ralf Rangnick mengembangkan sesuatu yang berbeda di Jerman: semuanya tentang menekan lawan dan tekanan balik," terang Klopp, sebagaimana dilansir dari situs resmi Liverpool.

"Boleh dibilang Salzburg melihat diri mereka sangat dekat dengan Leipzig, namun filosofi permainan itu mirip dengan apa yang kami lakukan kala menangani FSV Mainz dan Borussia Dortmund, serta tentunya sekarang di Liverpool."

Oleh karenanya, wajar jika Klopp menganalogikan laga melawan Salzburg sebagai pertandingan melawan 'adik'. Tidak akan mudah melawan Salzburg, meski faktanya Liverpool tak pernah kalah di Anfield pada kompetisi Eropa sejak Oktober 2014.

"Bisa dibilang mereka (Salzburg) seperti 'adik' kami. Itu juga yang membuat pertandingan ini akan sulit, karena mereka melakukan segalanya ketika bertahan, terlebih sudah lama mereka menantikan bisa tampil di Liga Champions," imbuh Klopp.

Sadio Mane dan Naby Keita

Reuni Sadio Mane dan Naby Keita

Bukan hanya gaya bermain unik Salzburg saja yang menjadi pusat perhatian, melainkan dua pemain Liverpool asal Afrika saat ini, Sadio Mane dan Naby Keita, yang juga pernah memperkuat Salzburg: Mane pada periode 2012-2014 dan Keita pada medio 2014-2016.

Klopp, ketika hasil undian grup Liga Champions diumumkan, mengutarakan bahwa Salzburg selalu jadi tim kuat dengan segudang talenta yang mereka miliki. Klopp tidak salah.

"Saya sangat membutuhkannya saat ini untuk melihat lebih dekat soal Genk dan Salzburg, tapi saya sudah tahu bahwa mereka sangat muda, menggairahkan, dan bugar," tutur Klopp.

"Tentu saja, Salzburg dikenal karena mengorbitkan pemain-pemain baru, seperti yang mereka lakukan dengan Sadio (Mane) dan Naby (Keita) - mereka juga menemukan talenta lainnya. Jadi, laga nanti bakal menarik."

Saat ini, Salzburg lagi-lagi menelurkan talenta-talenta berbakat yang berpotensi menjadi bintang di Eropa, membela klub besar di masa depan. Mereka seperti: Erling Braut Haaland (yang sudah mencetak 17 gol musim ini), Hwan Hee-chan, dan Takumi Minamino.

Ketenaran Salzburg bukan baru ini saja dikenal publik karena bakat-bakat muda mereka. Valon Berisha, Ralph Hasenhuttl, Andreas Ivanschitz, Niko Kovac, merupakan beberapa talenta yang pernah berkembang di sana.