BolaSkor.com - Manchester City masih berburu gelandang bertahan untuk melapis Fernandinho. Gelandang asal Brasil sudah berusia 33 tahun dan tidak bisa selalu diandalkan Pep Guardiola untuk bermain di tiap laga.

Beberapa nama dihubungkan dengan Man City mulai dari Tanguy Ndombele (Olympique Lyonnais), Ruben Neves (Wolverhampton Wanderers), hingga Frenkie de Jong (Ajax Amsterdam). The Citizens dikabarkan akan mendatangkan gelandang baru pada Januari ini.

Banderol 100 juta poundsterling atau sekira Rp 1,6 triliun bahkan sempat diyakini media dikeluarkan City untuk membeli Neves. Gelandang asal Portugal berusia 21 tahun telah tampil 25 kali dengan Wolves musim ini di seluruh kompetisi.

Neves jadi opsi ideal bagi Fernandinho karena usianya yang masih muda dan karier dengan prospek cerah. Kendati demikian, Pep Guardiola, manajer Man City, membantah timnya akan mengeluarkan uang sebesar itu hanya untuk membeli gelandang bertahan.

Baca Juga:

Leroy Sane dan Ironi Timnas Jerman

Pep Guardiola Puji Ole Gunnar Solskjaer

Man City 9-0 Burton Albion, The Citizens Ulangi Rekor Skuat Don Revie 52 Tahun Silam

Ruben Neves

"Dia (Neves) pemain yang sempurna, tapi ada banyak klub di dunia, banyak gelandang bertahan di dunia, dan sebagian besar di antara mereka dapat bermain di sini. Bukan itu poinnya," tegas Guardiola, diberitakan Guardian.

"Kebanyakan di antara mereka juga masih dikontrak. Sebulan lalu, saya mulai membaca - 'Ruben Neves, 100 juta poundsterling'. Itu tidak akan terjadi, kami tidak akan membayar 100 juta poundsterling untuk gelandang bertahan," lanjutnya.

Guardiola coba memberikan penjelasan bahwasanya Man City tidak bisa selalu menghabiskan banyak uang tiap musimnya. Ada batas tertentu yang diterapkan ketika membeli pemain. Terpenting, sesuai kebutuhan tim.

"Gaji rata-rata pemain kami ada di urutan delapan-10 di Eropa, jadi ada delapan atau sembilan klub dengan gaji rata-rata lebih besar dari Manchester City," imbuh Guardiola.

"Kami mencoba menyeimbangkan segalanya. Ketika kami banyak belanja (musim panas dua tahun lalu) - itu karena tim tua - rata-rata berusia 30-31 tahun, dan itulah mengapa kami banyak belanja pemain. Tapi, kami tidak bisa melakukannya tiap musim. Kami punya batasan," pungkasnya.