BolaSkor.com - Setelah lama menjadi tanda tanya, Alexis Sanchez akhirnya meninggalkan Manchester United. Striker Cile berusia 30 tahun itu resmi bergabung dengan Inter Milan sebagai pemain pinjaman tanpa opsi permanen di akhir kontrak.

Menariknya, di Inter Sanchez akan bereuni dengan mantan rekan setimnya di Man United, Romelu Lukaku. Ya, Man Utd melepas dua penyerang beruntun ke klub yang sama.

Yang lebih menarik lagi, sesuai kesepatakan yang dicapai, United tetap akan menanggung sebagian besar gaji Sanchez. Seperti dilansir Goal, Setan Merah masih akan membayar lebih dari 200 ribu pounds gaji Sanchez tiap pekannya.

Baca Juga:

Alexis Sanchez, Pemain Kelima Asal Cile yang Memperkuat Inter Milan

Transfer Kejutan, AS Roma akan Pinjam Chris Smalling dari Manchester United

Manchester United Buat Blunder Lepas Lukaku dan Sanchez Tanpa Mencari Penggantinya

Sontak saja saat ini United menjadi bahan perbincangan hangat. Bahkan tak sedikit yang menilai proses negosiasi kepindahan Sanchez ke Inter sangat memalukan, khususnya buat Ed Woodward, wakil ketua eksekutif United. Woodward sendiri adalah sosok di balik gaji besar yang diterima Sanchez saat pindah dari Arsenal.

Dengan status pemain dengan gaji terbesar di Premier League, Sanchez hanya mampu membuat lima gol dari 45 penampilan. Bandingkan dengan Teemu Pukki, pemain yang didatangkan Norwich City secara gratis. Pukki mampu membuat jumlah gol serupa dengan Sanchez hanya dalam 263 menit penampilan.

Peminjaman Alexis Sanchez ke Inter menambah panjang daftar bukti buruknya manajemen Manchester United. Kepindahan Sanchez sama sekali tidak menyelesaikan masalah. United tetap harus keluar uang tiap pekannya dan kehilangan satu-satunya penyerang kelas dunia dalam skuat.

Sejatinya United masih bisa mempertahankan Alexis Sanchez. Mereka hanya perlu mengembalikan performa sang bintang. Terlebih saat ini United tidak memiliki penyerang berpengalaman setelah sebelumnya kehilangan Romelu Lukaku.

"Mengingat mereka membiarkan Romelu Lukaku pergi, saya melihat sungguh luar biasa United tidak merekrut striker tengah top di bursa transfer," tutur Tony Cascarino, pengamat yang juga mantan pemain dalam kolomnya di The Times.

Sang manajer Ole Gunnar Solskjaer boleh saja memiliki keyakinan kuat kepada pemain-pemain yang dimilikinya di lini depan, Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Mason Greenwood.

"Saya percaya Anthony, Marcus, Mason untuk menjadi penyerang tengah kami. Kami punya penyerang sayap seperti Chongy (Tahith Chong), Daniel James, (Andreas) Pereira. Kami punya banyak opsi," tegas Solskjaer dikutip Guardian.

Tapi jika ditilik lebih lanjut, lini depan United akan lebih dahsyat jika Sanchez mampu kembali ke performa terbaiknya. Kini, United masih harus mengeluarkan uang untuk gaji Sanchez, pemain yang tak lagi ada dalam skuat.

Melepas pemain tanpa pengganti seakan menjadi cermin manajemen yang tak memahami situasi. Sebelum Lukaku dan Sanchez, United sudah terlebih dulu melepas Marouane Fellaini dan Ander Herrera tanpa pengganti yang setara.

Memang United memiliki pemain muda macam Scott McTominay. Namun, rasanya seperti sebuah gurauan jika McTominay dibandingkan dengan Herrera. Ya, sangatlah aneh pemain sekelas Herrera, yang berada di era keemasan bisa lepas begitu saja tanpa pengganti. Satu bukti lagi kacaunya manajemen United.