BolaSkor.com - Duel Atletico Madrid vs Chelsea jadi salah satu duel yang dinanti di 16 besar Liga Champions 2020-2021. Pertandingan itu mempertemukan dua pelatih dengan filosofi sepak bola yang berbeda.

Atletico dengan Diego Simeone sejak 2011 sudah memiliki identitas bermain jelas: rapat kala bertahan, ngotot merebutkan bola, dan mengandalkan serangan balik. Pola itu tak melulu sukses tapi selalu merepotkan lawan.

Sementara Chelsea masih meraba-raba bermain dengan Thomas Tuche yang baru ditunjuk menggantikan Frank Lampard. Tuchel fleksibel dalam permainannya: bisa penguasaan bola atau serangan balik.

Akan tapi selayaknya manajer-manajer asal Jerman lainnya, Tuchel juga mengandalkan counter-pressing atau menyerang balik memanfaatkan kesalahan lawan dalam memainkan bola akibat tekanan tinggi dari tim.

Permainan dari Tuchel itu menjadi sajian menarik dari bentrok kedua tim di dua leg 16 besar Liga Champions. Pertarungan di lini tengah akan berlangsung ketat dan kedudukan akan berakhir ketat di antara Chelsea dan Atletico.

Baca Juga:

3 Kuda Hitam yang Tendang Man City dari Liga Champions

Prediksi Atletico Madrid Vs Chelsea: Ambisi The Blues Mengulang Memori 2017

5 Pemain yang Pernah Membela Atletico Madrid dan Chelsea

Diego Simeone

"Chelsea telah banyak berubah di bawah (Tuchel) yang mendorong tim untuk bermain bagus. Mereka adalah tim yang kuat dengan pemain hebat, dan mereka telah melakukan investasi finansial yang bagus," tutur Simeone. "

Melihat level ketiga penjaga gawang yang mereka miliki, menunjukkan potensi tim. Penyerang mereka bisa bermain di tim mana pun di Eropa."

Tuchel juga paham takkan mudah menghadapi Atletico dengan gaya bermain serta pengalaman mereka di Eropa. Laga nanti jadi ujian untuk Chelsea.

"Ini ujian besar. Mereka adalah klub berpengalaman di level ini, pelatih berpengalaman. Semoga ini menghasilkan yang terbaik dalam diri kami," tambah Tuchel.

"Kami akan melakukan berbagai hal dengan cara kami, mereka akan melakukan berbagai hal dengan cara mereka. Jelas apa yang Anda dapatkan saat bermain Atletico: pertarungan, pengalaman, tim dengan mentalitas yang baik."

Begitu banyak korelasi di antara pemain-pemain dalam kedua skuad. Baik skuad Atletico dan Chelsea memiliki 'mata-mata' yang mengenal sang lawan dengan baik.

Kiera Trippier, Stefan Savic, dan Lucas Torreira pernah bermain di Inggris dari kubu Atletico, sementara dari Chelsea ada Kepa Arrizabalaga, Cesar Azpilicueta, Marcos Alonso, Mateo Kovacic, dan Willy Caballero yang pernah bermain di Spanyol.

Hubungan Transfer yang Baik

Selain korelasi itu kedua tim bersaing di atas lapangan tapi ketika berbicara transfer pemain, hubungan Atletico dan Chelsea berjalan baik. Tiga transfer besar sudah pernah terjadi di antara kedua tim.

Pada 2014 Chelsea yang dipimpin oleh Direktur Marina Granovskaia merampungkan operasi transfer besar merekrut dua pemain kunci Atletico, Diego Costa dan Filipe Luis. Pada musim pertama di Chelsea karier keduanya berbeda.

Filipe Luis dan Diego Costa

Filipe Luis yang berposisi sebagai bek kiri dibeli sebesar 20 juta euro. Kariernya hanya bertahan semusim dan Luis tak banyak bermain. Kala Chelsea ingin melepasnya Atletico bersedia menampungnya kembali dan membelinya dengan harga yang lebih murah: 16 juta euro.

Berbeda dengan Luis yang jarang main, Diego Costa justru menjadi andalan Jose Mourinho yang berkontribusi besar memenangi titel Premier League dan Piala Liga.

Kendati demikian striker berdarah Brasil berpaspor Spanyol itu pergi pada 2018 dengan meninggalkan cerita di Chelsea. Costa tak masuk rencana bermain Antonio Conte dan didepak begitu saja dari tim utama.

Atletico pada akhirnya menampung kembali salah satu penyerang terbaik dalam sejarah klub itu. Costa bisa dibandingkan dengan Diego Forlan, Sergio Aguero, Antoine Griezmann, dan Fernando Torres dalam barisan striker bersejarah di Atletico.

Jangan lupa juga ketika Chelsea meminjamkan Thibaut Courtois ke Atletico pada 2011-2014, sang kiper berkembang pesat di Spanyol dan kemudian kembali lagi ke Chelsea. Kini Courtois memperkuat Real Madrid.

Terakhir transfer yang terjadi adalah Alvaro Morata. Sang penyerang pada awalnya direkrut dari Real Madrid, rival sekota Atletico pada 2017 sebesar 66 juta euro.

Alvaro Morata ketika memperkuat Chelsea

Morata tak berkembang di Inggris karena masalah kepercayaan diri hingga Chelsea meminjamkannya ke Atletico Madrid pada Januari 2019. Atletico suka dengan performanya dan mempermanenkan kontraknya pada 2020 sebesar 35 juta euro.

Baiknya hubungan transfer kedua klub bisa berlanjut kembali di masa depan meski persaingan tetap ada di antara mereka di Eropa. Chelsea kabarnya membidik Jose Maria Gimenez (bek) dan Jan Oblak (kiper) yang notabene andalan Atletico.