BolaSkor.com - Paris Saint-Germain dilaporkan sudah jera dengan tingkah laku penyerang tim nasional Brasil, Neymar. Les Parisiens dilaporkan tidak keberatan melego pemain 27 tahun tersebut. Namun, bagaimana sebenarnya performa PSG tanpa kehadiran Neymar?

Paris Saint-Germain merogoh kocek hingga 222 juta euro ketika memboyong Neymar dari Barcelona pada dua musim lalu. Jumlah tersebut menjadikan Neymar sebagai pemain termahal di dunia.

Namun, setelah baru berjalan dua musim, Neymar digosipkan ingin angkat kaki dari PSG. Sang pemain ingin kembali ke Barcelona.

Keinginan Neymar untuk hengkang ke Barcelona sudah terlihat ketika sang pemain mangkir dari latihan perdana. PSG merespons dengan menyatakan terbuka untuk negosiasi bila ada yang ingin merekrut Neymar.

Baca Juga:

Faktor Administrasi Halangi Langkah Neymar Kembali ke Barcelona

Punya Alasan Kuat, Presiden LaLiga Tak Setuju Neymar Kembali ke Barcelona

Capai Kesepakatan Personal, Neymar Sudah Setuju Kembali ke Barcelona

Neymar

Meski masih punya pemain bintang seperti Kylian Mbappe dan Edinson Cavani, namun tidak bisa ditepikan jika Neymar adalah pemain yang berpengaruh. Kendati banyak menderita cedera, namun Neymar mampu mengemas banyak gol.

Lantas, apakah PSG sudah tepat menempatkan Neymar pada daftar jual? Mari membahasnya.

Sebagai pembanding yang relevan, BolaSkor.com akan mengambil statistik dari Ligue 1 musim lalu. Dari sana, akan terlihat performa PSG ketika Neymar sedang tampil atau tidak.

Secara keseluruhan, Neymar tampil pada 16 pertandingan di Ligue 1 2018-2019. Ketika Neymar unjuk gigi, PSG menorehkan 13 kemenangan, dua imbang, plus satu kekalahan. Dengan begitu, persentase kemenangan PSG ketika Neymar bertandingan adalah 81,3 persen.

Lebih lanjut, PSG juga mampu menorehkan rata-rata 3,25 gol per pertandingan. Adapun, catatan rata-rata kebobolannya adalah 0,88.

Sekarang, mari beralih ke statistik PSG tanpa kehadiran Neymar.

PSG tampil 22 pertandingan tanpa Neymar dalam formasi. Jawara Ligue 1 itu membukukan 16 kemenangan, dua imbang plus empat kekalahan.

Sementara itu, jumlah rata-rata gol PSG per pertandingan menurun menjadi 2,41. Sedangkan jumlah rata-rata kebobolan PSG meningkat hingga 0,95 persen per pertandingan. Namun, perlu diingat jika jumlah pertandingan juga memberikan pengaruh.

Secara keseluruhan, PSG diprediksi tetap menjadi calon kuat juara Ligue 1 musim ini meski Neymar angkat kaki. Namun, untuk Liga Champions, Les Parisiens perlu menambal sejumlah kekurangan.