BolaSkor.com - Nama Mesut Ozil benar-benar menjadi sorotan setelah liga bergulir kembali pada pertengahan Juni lalu sampai akhir kompetisi. Pemain berusia 31 tahun Arsenal dibicarakan karena tak pernah bermain dan dirumorkan hengkang.

Ozil kian dibicarakan setelah menolak pemotongan gaji pemain yang diberlakukan Arsenal menyusul pandemi virus corona. Pemotongan dimaksudkan untuk menyeimbangkan neraca keuangan sebab gaji Ozil per pekannya 350.000 poundsterling atau sekira Rp6 miliar.

Penolakan Ozil itu memunculkan pro dan kontra di kalangan publik. Ada yang menilai itu wajar karena Ozil juga punya hak atas kontrak yang dimilikinya, sementara untuk yang kontrak mempertanyakan karakter sang pemain.

Ozil gerah dengan pembicaraan publik itu dan berbicara kepada The Athletic. Eks bintang Real Madrid terang-terangan berkata menolak pemotongan gaji pemain karena Arsenal tak berbicara dengan jelas alasan pemotongan itu.

Baca Juga:

Cinta Mati dengan Arsenal, Mesut Ozil Tegaskan Tidak Ingin Angkat Kaki

Dibekukan Mikel Arteta, Nasib Mesut Ozil di Arsenal Makin Tidak Jelas

5 Pemain Bintang yang Sinarnya Meredup Sepanjang Musim 2019-2020

Mesut Ozil

"Sebagai pemain, kami semua ingin berkontribusi. Tetapi kami membutuhkan lebih banyak informasi dan banyak pertanyaan yang belum terjawab," terang Ozil.

"Semua orang baik-baik saja dengan penangguhan sementara ada begitu banyak ketidakpastian - saya akan baik-baik saja untuk mengambil bagian yang lebih besar - dan kemudian pemotongan jika diperlukan, begitu prospek sepak bola dan keuangan lebih jelas. Tapi kami bergegas ke sana tanpa konsultasi yang tepat."

"Bagi siapa pun dalam situasi ini, Anda memiliki hak untuk mengetahui segalanya, untuk memahami mengapa hal itu terjadi dan ke mana perginya uang. Tetapi kami tidak mendapatkan cukup detail, kami hanya harus memberikan keputusan. Itu terlalu cepat. untuk sesuatu yang sangat penting dan ada banyak tekanan," tegas dia.

Arsenal terkesan sepihak dari pernyataan Ozil tanpa adanya diskusi dari dengan para pemain. Lebih lanjut Ozil juga memikirkan amal dan juga keluarga di balik penolakan pemotongan gaji tersebut. Ozil juga berpikir adanya tekanan dari luar yang datang untuk mengkritiknya.

"Ini tidak adil, terutama untuk anak-anak muda, dan saya menolak. Saya punya bayi di rumah dan memiliki komitmen untuk keluarga saya di sini, di Turki dan di Jerman - untuk amal saya, juga, dan juga proyek baru yang kami mulai mendukung orang-orang di London yang berasal dari hati dan bukan untuk publisitas," imbuh Ozil.

"Orang-orang yang mengenal saya tahu persis betapa murah hatinya saya dan, sejauh yang saya sadari, saya bukan satu-satunya pemain yang menolak pemotongan pada akhirnya, tetapi hanya nama saya yang keluar."

"Saya kira itu karena saya dan orang-orang telah mencoba selama dua tahun untuk menghancurkan saya, membuat saya tidak bahagia, untuk mendorong agenda yang mereka harap akan membuat pendukung menentang saya dan memberikan gambaran yang tidak benar."

"Mungkin keputusan itu memengaruhi peluang saya (bermain) di lapangan, saya tidak tahu. Tapi saya tidak takut membela apa yang menurut saya benar - dan saat Anda melihat apa yang terjadi sekarang dengan pekerjaan, mungkin saya dulu," urai Ozil.