BolaSkor.com - Pertandingan di Derby d'Italia antara Juventus melawan Inter Milan di pekan tunda 26 Serie A, Senin (09/03), berakhir untuk kemenangan 2-0 Il Bianconeri di Allianz Stadium. Laga itu menjadi momen spesial bagi Cristiano Ronaldo.

Meski dilangsungkan tanpa penonton sebagai antisipasi virus corona, Juventus mampu meraih kemenangan 2-0 dari gol yang dicetak Aaron Ramsey (54') dan Paulo Dybala (67'). Tim besutan Maurizio Sarri kembali ke puncak klasemen Serie A dan terpaut satu poin dengan Lazio di urutan dua.

Megabintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo, tidak mencetak gol. Tapi, pemain berusia 35 tahun memainkan laga itu di momen laga ke-1.000 dalam kariernya. Menurut catatan Squawka, Ronaldo telah memainkan 1.000 laga dengan torehan 725 gol dan 252 assists.

Baca Juga:

Cristiano Ronaldo dan 3 Bintang yang Berlabel Legenda Lebih dari Satu Klub

Menilik Peluang Cinta Lama Cristiano Ronaldo kepada Real Madrid Bersemi Kembali

Selepas Cristiano Ronaldo Pergi, Lionel Messi Selalu Gigit Jari di El Clasico

Aksi Cristiano Ronaldo di Derby d'Italia

Soal kesuksesan di level individu dan kolektif pun tak usah dipertanyakan lagi. Ronaldo sudah meraih 31 trofi di antaranya lima titel Liga Champions, tiga Premier League, dua LaLiga, serta dua titel internasional bersama timnas Portugal: Piala Eropa dan UEFA Nations League.

Prestasi individu Ronaldo juga sangat berlimpah, di antaranya yang paling terbaik adalah lima Ballon d' Or dan terpaut satu dari rivalnya di Barcelona, Lionel Messi. Angka 1.000 jelas angka yang fantastis, meski itu datangnya dari seorang 'alien' bernama Cristiano Ronaldo.

Rekor demi rekor dipecahkan pemain yang memulai karier pada 2002 itu dan perjalanan Ronaldo belum akan berhenti kendati telah berumur 35 tahun. Masih banyak rekor yang dapat dipecahkannya dan ia masih prima.

BolaSkor.com akan coba membahas tapak tilas perjalanan Ronaldo bersama klub-klub yang diperkuatnya serta kariernya di timnas Portugal.

Sporting Lisbon - 31 Laga

Cristiano Ronaldo di Sporting Lisbon

Di sinilah semuanya bermula. Ronaldo datang ke akademi Sporting Lisbon pada 1997 dan promosi ke tim utama pada 2002 setelah sempat bermain di tim B. Setahun di sana sudah cukup bagi Ronaldo untuk menarik atensi klub-klub top Eropa.

Namun dengan mata 'elangnya', Sir Alex Ferguson, berhasil memenangi duel perebutan Ronaldo dan merekrutnya ke Manchester United pada 2003 dengan biaya 12,24 juta poundsterling - menjadikan Ronaldo pemain muda termahal kala itu.

Sporting menjadi 'batu loncatan' bagi Ronaldo dan jalan menuju ke klub besar Eropa. Di sana Ronaldo hanya meraih satu trofi: Supertaca Candido de Oliveira atau seperti halnya Piala Super Spanyol dan Italia - mempertemukan juara liga dan turnamen lokal.

Manchester United - 292 Laga

Sir Alex Ferguson dan Cristiano Ronaldo

Ronaldo datang ke tempat yang tepat. Gemblengan Sir Alex Ferguson selama enam tahun menjadikannya sebagai salah satu pemain terbaik di Eropa. Ferguson bak Victor Frankenstein - tokoh fiktif ilmiah - yang menciptakan monster bernama Frankenstein.

Ronaldo memang menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya ketika sedang prima di Man United. Posisinya saat itu penyerang sayap murni, suka berlari di sisi sayap dan melakukan penetrasi, serta mencetak gol dari permainan terbuka dan situasi bola mati.

Bersama Red Devils Ronaldo meraih tiga titel Premier League, satu Piala FA, dua Piala Liga, satu Community Shield, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub. Sampai saat ini Ronaldo masih melihat Ferguson seperti sosok ayah.

"Dia (Ferguson) telah menjadi ayah saya dalam dunia olahraga, salah satu yang paling penting dan berpengaruh dalam karier saya," ucap Ronaldo soal manajer asal Skotlandia yang pensiun pada 2013 itu.

Real Madrid - 438 Laga

Cristiano Ronaldo di Real Madrid

Sporting mengenalkan Ronaldo, Man United mengembangkan talentanya, dan Real Madrid memaksimalkan segala kualitas dan pengalaman Ronaldo ketika ia memperkuat tim selama sembilan tahun dari 2009 hingga 2018 - memainkan 438 laga.

Rekor transfer sebesar 94 juta euro pecah pada 2009. Ronaldo masih mengenakan nomor 9 sebelum lambat laun mengenakan nomor punggung 7 setelah Raul Gonzalez hengkang ke Schalke.

Ronaldo menjadi bagian proyek Los Galacticos jilid II bersama Kaka, Mesut Ozil, dan Xabi Alonso. Status legenda Real Madrid didapatkan Ronaldo setelah mengukir sejarah bersama Man United.

Dua titel LaLiga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, empat titel Liga Champions, dua Piala Super Eropa, dan tiga Piala Dunia Antarklub diraihnya dalam salah satu era keemasan Real Madrid. El Real semakin menahbiskan kekuatan di Eropa sebagai Raja Eropa melalui raihan total 13 titel Liga Champions - terbaik di antara yang lain.

Tiga titel Liga Champions di antaranya diraih beruntun dari 2016 hingga 2018 di bawah asuhan Zinedine Zidane. Ronaldo, pada usia 30 tahun, perlahan bertransformasi menjadi penyerang tengah dari sayap dan bisa menjaga ketajamannya mencetak gol.

Juventus - 75 Laga

Cristiano Ronaldo di Juventus

Perjalanan Ronaldo dengan Juventus dimulai pada 2018. La Vecchia Signora merekrutnya sebesar 100 juta euro. Meski telah berkepala tiga lebih ketika datang ke Turin, Ronaldo masih prima dan bahkan menurut catatan tim medis Juventus, tubuhnya seperti pemain pada usia 23 tahun.

Itu menjadi bukti bagaimana Ronaldo menjaga kondisi tubuhnya dengan sangat baik. Profesional dan semangat kerja keras masih tertanam dalam dirinya meski sudah sukses meraih segalanya. Ronaldo melengkapi perjalanannya di Italia dengan satu titel Serie A dan Piala Super Italia.

Kini seluruh fans Juventus berharap Ronaldo mempersembahkan satu titel yang sangat didambakan dan menjadi salah satu kompetisi favoritnya: Liga Champions.

Timnas Portugal - 164 Laga

Cristiano Ronaldo kala juara Piala Eropa 2016

Memulai perjalanan pada 2003 di usia 18 tahun, Ronaldo telah bermain 164 kali dan mencetak 99 gol. Kapten timnas Portugal menyerap dengan baik ilmu dari mentor-mentornya dahulu seperti Luis Figo, Rui Costa, Ricardo Carvalho, dan menjadi pemimpin yang baik di ruang ganti pemain dan lapangan pertandingan.

Apa yang belum bisa dipersembahkan Lionel Messi untuk timnas Argentina dapat diraih Ronaldo dengan Portugal, yakni trofi. Satu titel Piala Eropa (2016) dan UEFA Nations League (2018-19) diraih Ronaldo bersama Portugal.