BolaSkor.com - Tak ada yang abadi. Sergio Aguero pasti akan meninggalkan Manchester City.. Namun, siapa sangka waktunya akan datang secepat ini.

Ya, Sergio Aguero akan berpisah dengan Manchester City pada akhir musim 2020-2021. Kedua pihak tidak menemukan kata sepakat soal kontrak baru.

Membela Manchester City sejak 2011, striker 32 tahun itu tentu memiliki banyak kenangan. Apalagi, ia merupakan satu di antara fondasi yang ditancapkan The Citizens untuk meraih prestasi seperti saat ini.

Satu di antara yang paling dikenang adalah gol Aguero yang membuat Manchester City juara Premier League, sekaligus menggagalkan impian Manchester United. Berikut ini adalah kisahnya:

Pada musim 2011-2012, Manchester City sedang bersaing sengit dengan sang tetangga, Manchester United, dalam persaingan gelar Premier League. The Citizens yang memiliki pasukan bertabur bintang berkat sikap royal Sheikh Mansour mencoba memutus hegemoni The Red Devils pimpinan Sir Alex Ferguson.

Baca Juga:

Tak Ada yang Abadi, Sergio Aguero Meninggalkan Manchester City

Status Legenda Hidup Tak Garansi Aguero Dipertahankan Man City

Mengejutkan, Guardiola Incar Mantan Bomber Man United untuk Gantikan Aguero

Sergio Aguero

Menariknya, penentuan juara Premier League berlangsung pada pekan terakhir. Kedua tim sama-sama mengoleksi 86 angka sebelum laga pamungkas. Bedanya, Man City lebih unggul karena selisih gol.

Pada laga penentuan, Manchester City menjamu Queens Park Rangers. Pada sisi lain, Manchester United bertamu ke markas Sunderland.

Situasi semakin panas setelah kedua tim sama-sama unggul 1-0 pada babak pertama. Gol Pablo Zabaleta pada menit ke-39 membawa Man City unggul, sedangkan Wayne Rooney mencetak gol pada menit ke-20.

Dengan begitu, posisi kedua tim tidak ada yang berubah. Manchester City tetap nyaman di puncak.

Akan tetapi, jantung kedua suporter dibuat empot-empotan pada babak kedua. Alasannya, QPR mulai memberikan beberapa pukulan telak kepada Man City.

QPR yang pada saat itu memiliki kepentingan juga yakni menghindari zona degradasi mulai meningkatkan tekanan pada babak kedua. QPR kian terpacu karena pesaingnya saat itu, Bolton Wanderers unggul 2-1 kontra Stoke City.

QPR menyamakan kedudukan dengan cepat atau lebih tepatnya pada menit ke-48. Etihad Stadium hening setelah Djibril Cisse mencetak gol.

Man City sempat mendapatkan angin segar setelah Joy Barton menerima kartu merah. Namun, QPR justru kembali mencetak gol berkat aksi Jamie Mackie pada menit menit ke-66.

Pada waktu tersisa, tak ada jalan lain bagi manajer QPR, Mark Hughes, selain memusatkan pemain pada sisi pertahanan. QPR berusaha keras tetap unggul, meski bermain dengan 10 pemain.

Ketika pertandingan sedang menuju menit-menit akhir, QPR mendapatkan kabar jika posisi mereka di Premier League aman. Alasannya, Stoke City menyamakan kedudukan lewat penalti Jonathan Walter pada menit ke-77. Dengan raihan hanya 36 poin, Bolton tidak mungkin menggeser QPR.

Satu jawaban sudah didapat. Kini, tinggal mencari tahu siapa raja sesungguhnya pada Premier League 2011-2012.

Sergio Aguero

Bola berada di tangan Manchester City karena pada laga lainnya Manchester United terlebih dahulu menyelesaikan pertandingan dengan keunggulan 1-0. The Red Devils lebih banyak mengulur waktu untuk hingga peluit panjang berbunyi.

Melihat posisi Man City yang sedang tertinggal, pesta kecil-kecilan mulai digelar pendukung Manchester United. Apalagi, tambahan waktu yang diberikan wasit Mike Dean hanya lima menit. Mencetak dua gol dalam waktu lima menit sangat sulit dilakukan.

Ternyata, keajaiban itu benar-benar terjadi. Senyum di wajah para pemain dan suporter Manchester United berubah menjadi tangisan.

Striker asal Bosnia, Edin Dzeko, menghidupkan asa skuad asuhan Roberto Mancini usai mencetak gol pada menit kedua masa injury time. Menerima tendangan penjuru David Silva, pemain yang kini membela AS Roma itu melepaskan sundulan yang merobek jala gawang QPR.

Gol tersebut membuat atmosfer pertandingan semakin bahang. Man City hanya berjarak satu gol untuk mengakhiri penantian gelar juara selama 44 tahun.

Pada saat genting seperti itulah Sergio Aguero muncul sebagai pahlawan. Sang striker mencetak gol pada menit ke-90+5 atau beberapa detik sebelum laga berakhir.

Menerima umpan Mario Balotelli, Aguero melakukan tusukan ke sisi kanan sebelum melepaskan bola yang masuk ke tengah gawang. Setelah itu, satu di antara momen selebrasi yang akan diingat sepanjang sejarah Man City tercipta.

Sergio Aguero melepas baju dan mulai memutar-mutarkannya. Sementara itu, Joe Hart dan Mancini sibuk berlarian tak tentu arah.

Manchester City menjaga keunggulan hingga laga berakhir. Aguero pun seketika menjadi pahlawan Man City. Baginya, itu adalah tonggak dari rentetan prestasi yang diraih di masa depan.

Manchester City pun mengangkat trofi karena unggul selisih gol dengan Manchester United. Keduanya sama-sama meraih 89 poin. Menariknya, kedua klub juga sama-sama menuai 28 kemenangan, lima imbang, dan lima kekalahan.

Momen tersebut membuat Sergio Aguero mulai dicintai banyak suporter Manchester City. Apalagi, kisah yang tertulis selanjutnya didominasi raihan trofi. Sayangnya, hal tersebut tetap gagal membuat Aguero tidak pergi.