BolaSkor.com - Karim Benzema melakukan teknik penalti panenka saat Real Madrid takluk di markas Manchester City pada leg pertama semifinal Liga Champions 2021-2022. Momen itu nyatanya membuat terkejut sang pelatih, Carlo Ancelotti.

Dalam laga yang berlangsung di Etihad Stadium, Rabu (27/4) dini hari WIB, Madrid takluk dengan skor 3-4. Dua dari tiga gol Los Blancos tersebut disumbangkan oleh Benzema.

Benzema membangkitkan asa Madrid lewat gol perdananya pada menit ke-33. Ia menyambut umpan Ferland Mendy dengan sebuah sontekan yang bersarang di pojok gawang Manchester City.

Baca Juga:

Man City 4-3 Real Madrid: The Citizens Menangi Drama Tujuh Gol

Deretan Fakta Menarik Laga Man City Vs Real Madrid: Banjir Rekor

Man City Vs Madrid: Guardiola Sadar The Citizens Anak Bawang di Hadapan Los Blancos

Gol itu sangat krusial karena permainan Madrid mulai membaik setelahnya. Manchester City tidak bisa lagi leluasa mendominasi penguasaan bola.

Benzema kembali memainkan peran penting saat Madrid mendapat hadiah penalti pada menit ke-82. Saat itu Manchester City tengah unggul dengan skor 4-2.

Majunya Benzema sebagai eksekutor penalti sendiri cukup mengejutkan. Hal itu karena dirinya baru saja gagal menjalankan tugas tersebut sebanyak dua kali dalam satu pertandingan.

Namun Benzema menunjukkan kekuatan mentalnya. Ia dengan percaya diri melepaskan tembakan panenka ke arah tengah untuk mengecoh Ederson.

"Saya selalu berpikir bahwa jika Anda tidak mengambil penalti, Anda tidak akan pernah gagal mengeksekusinya. Itu (panenka) hanya butuh kepercayaan diri dan mental saja," kata Benzema usai laga.

"Saya memiliki rasa percaya diri tinggi, jadi saya melakukannya dan ternyata hasilnya bagus."

Respons Ancelotti

Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, tak pernah meragukan kemampuan Benzema dalam mengeksekusi penalti. Namun ia mengaku terkejut sang pemain melakukan teknik panenka di laga krusial seperti semifinal Liga Champions dan dalam kondisi tertinggal.

"Saya tidak tahu bagaimana dia akan menembak. Dia memilih (panenka) dan itu berjalan dengan sangat baik," kata Ancelotti.

"Ia memiliki kepribadian dan karakter yang kuat. Tidak mudah di semifinal Liga Champions untuk melakukan penalti seperti itu."