BolaSkor.com - Liverpool di ambang meraih titel Premier League pertama setelah 30 tahun lamanya di musim ini. The Reds membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mengamankan titel karena saat ini sudah terpaut 25 poin dari Manchester City di peringkat dua.

Namun dua kemenangan itu tak terealisasi dan entah kapan liga akan kembali dimainkan dalam situasi terkini karena pandemi virus corona. Premier League ditunda tanpa kejelasan kapan akan dimulai atau dalam wacana lain: musim ini terancam dibatalkan.

Selagi menanti jawaban akan pertanyaan itu, skuat dan kiprah Liverpool musim ini tak bisa begitu saja hilang dalam sejarah sepak bola Inggris dan fans. Publik menyaksikan kehebatan anak-anak asuh Jurgen Klopp.

Baca Juga:

Mohamed Salah, 'Raja Mesir' yang Terus Mengukuhkan Status Legenda di Liverpool

Alasan Sadio Mane dan Mohamed Salah Tidak Akan Tinggalkan Liverpool

Legenda Manchester United: Liverpool Tidak Boleh Dapat Hadiah Gelar Juara

Liverpool meraih 27 kemenangan dari 29 laga pertama - satu kali kalah dan imbang, memiliki jarak 25 poin dari Man City, dan trisula lini depan mereka mencetak 38 dari 66 gol tim. Trisula itu berisikan Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah.

Sementara Alisson dan Virgil van Dijk mengorkestrai kekuatan lini belakang Liverpool yang baru kebobolan 21 gol. Lalu di lini tengah Liverpool punya pekerja keras yang membantu lini belakang dan membantu transisi permainan.

Dari gol-gol yang diciptakan Liverpool bek kanan mereka, Trent Alexander-Arnold menjadi pencipta peluang terbanyak sebanyak 75 peluang. Pemain asal Inggris merupakan pengambil bola mati reguler Liverpool baik dari tendangan bebas atau sepak pojok.

Berbicara soal pencipta peluang terbaik, apabila kategorinya diubah dari permainan terbuka, maka menurut catatan Goal dan Opta, peniliknya bukanlah Alexander-Arnold melainkan penyerang sayap asal Mesir Mohamed Salah.

Mohamed Salah

Mo Salah menciptakan 42 peluang dari permainan terbuka di Premier League musim ini untuk Liverpool, melebihi Sadio Mane (41 peluang), Alexander-Arnold (40 peluang), Firmino (39 peluang), dan Andrew Robertson (39 peluang).

Total kelima pemain itu mencapai 201 peluang dari permainan terbuka dan itu sudah melebihi keseluruhan delapan tim, termasuk Arsenal dan Newcastle United.

Munculnya nama Salah, Mane, dan Firmino menjadi bukti bahwa ketiganya bukan penyerang 'egois' dengan fokus untuk mencetak gol melainkan juga mementingkan kolektivitas tim.

Mo Salah misalnya. Eks pemain Chelsea dan Roma menciptakan 12 peluang besar (yang berpotensi menjadi gol) dan sedianya bisa mencetak lebih banyak gol, namun dia memilih mengoper bola kepada rekan setimnya.

Jumlah dribel bola Mo Salah per laga rata-rata sebesar 3,12 dan itu di bawah Mane sebanyak 3,62. Mo Salah sudah mendribel bola 81 kali sama dengan Firmino.