BolaSkor.com - Bintang muda Borussia Dortmund Erling Haaland menyebutkan bagaimana bimbingan mantan manajernya, Ole Gunnar Solskjaer membuat dirinya berkembang dan bisa menjadikannya mesin pencetak gol.

Haaland mengingat periode furstasi yang dialaminya pada awal karier, sebelum ia bisa mencuri perhatian publik dengan mencetak empat gol melawan Brann pada Juli 2018.

Solskjaer yang sekarang menangani Manchester United, sebelumnya pernah menjabat sebagai manajer Molde saat Haaland masih berada di sana dan sang mantan pemain membagikan pengalamannya saat masih bermain untuk Molde.

"Saya ingat rasanya frustasi sebagai striker muda, semuanya seperti tidak sesuai kehendak anda ketika latihan," ungkap Haaland dikutip dari Metro.

Baca Juga:

3 Rekrutan Musim Dingin yang Langsung Tampil Trengginas di Klub Baru

Erling Haaland Bikin Manchester United Kembali Gigit Jari

Gol Liga pada 2020: Erling Braut Haaland 7 Gol, Manchester United 4 Gol

Erling Haaland dan Solskjaer

Haaland mengungkapkan bagaimana Solskjaer mengajarinya cara menuntaskan peluang yang benar. Dia mengaku banyak pelajaran berharga yang didapati, salah satunya mengenai soal penyelesaian akhir.

"Solskjaer dan saya mencoba sedikit melatih finishing (penyelesaian akhir). Bukan hanya umpan silang, saya ingat dia mengajari beberapa aturan dasar yang mudah," ujar Haaland.

"Pelajaran pertama adalah soal finishing satu sentuhan. Saat itu saya diberi tahu bahwa tenaga kurang dan seharusnya saya mencoba menghancurkan kiper lawan dengan bola itu."

Selain finishing, Haaland juga mengaku mendapatkan pelajaran berharga soal menjaga ketenangan di lapangan. Dia memahami bagaimana seorang striker harus tetap tenang setiap mendapatkan peluang untuk mencetak gol.

"Dia pun mengajari saya untuk tetap tenang, juga selalu siap menyambut situasi ketika bola datang. Pada saat itulah anda punya kesempatan untuk mencetak gol. Solskjaer layak mendapatkan pujian karena mengajari saya hal itu," tuturnya.

Peran sebagai penyerang memang sudah sangat dipahami oleh Solskjaer, legenda United medio 1996-2007. Dahulu dia berperan sebagai striker dengan status super-sub karena selalu menyelamatkan timnya di momen sulit kala turun dari bangku cadangan.

Penulis: Alexander Matthew