BolaSkor.com - Persiapan tim-tim partisipan untuk Piala Dunia 2022 sudah berakhir dengan selesainya jeda internasional September. Satu demi satu negara juga mengenalkan jersey baru dengan desain yang menarik.

Satu dari negara itu adalah timnas Denmark dan pesan di balik jersey baru mereka unik, sebab itu merupakan bentuk protes Denmark kepada tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar.

Jersey baru Denmark tetap didominasi warna merah sebagai baju utama, lalu berwarna hitam dan putih untuk jersey kedua serta alternatif. Tidak ada yang spesial dari jersey tersebut, bahkan logo Denmark dan juga sponsor (Hummel) tampak disembunyikan.

Tema dari desain jersey Denmark dinamai Hummel sebagai warna berduka. Denmark melakukan protes kepada Qatar terkait dengan kematian pekerja migran dalam pembangunan stadion, hal itu dibantah Qatar tapi Denmark tak memedulikannya.

Baca Juga:

Profil Stadion Piala Dunia 2022: Peci Tradisional Jadi Inspirasi Desain Al Thumama

Profil Stadion Piala Dunia 2022: Stadium 974, Venue Terunik di Tepi Pantai

Profil Stadion Piala Dunia 2022: Lusail Stadium, Venue Final dan Terbesar di Qatar

"Warna duka. Sementara kami mendukung tim nasional Denmark sepenuhnya, ini tidak boleh disamakan dengan dukungan untuk turnamen yang telah merenggut nyawa ribuan orang," demikian pernyataan dari Hummel mengenai jersey baru Denmark.

"Kami ingin membuat pernyataan tentang catatan hak asasi manusia Qatar dan perlakuannya terhadap para pekerja migran yang telah membangun stadion Piala Dunia di negara itu. Kami percaya bahwa olahraga harus menyatukan orang. Dan ketika tidak, kami ingin membuat pernyataan."

Qatar membantah kabar kematian pekerja migran dan juga isu pelanggaran hak asasi manusia tersebut.

"Kami telah terlibat dalam dialog yang kuat dan transparan dengan Asosiasi Sepak Bola Denmark (DBU)," kata sebuah pernyataan.

"Kami dengan sepenuh hati menolak meremehkan komitmen tulus kami untuk melindungi kesehatan dan keselamatan 30.000 pekerja yang membangun stadion dan proyek turnamen lainnya."

"Kami telah bekerja dengan rajin bersama pemerintah Qatar untuk memastikan bahwa turnamen ini memberikan warisan sosial yang panjang."

Isu mengenai larangan keras LGBT, kekhawatiran soal pekerja migran, hak asasi manusia memang disematkan kepada Qatar dari dunia. Denmark bukan satu-satunya negara yang melakukan protes, Inggris, Belanda, Belgia, Prancis, Jerman juga turut ada di dalamnya.