BolaSkor.com - Duel sesama tim Brasil terjadi di final Copa Libertadores 2021 antara Palmeiras kontra Santos di Maracana, Minggu (31/01) pagi WIB. Palmeiras mengejutkan dengan kemenangan 1-0 atas Santos.

Cukup satu gol dari Breno Henrique Vasconcelos Lopes di menit tambahan waktu 90+9' yang jadi pembeda laga. Palmeiras hanya punya 41 persen penguasaan bola, delapan tendangan dan satu tendangan tepat sasaran.

Satu-satunya sepakan itu berbuah gol sementara Santos punya dua tendangan tepat sasaran dari enam percobaan dengan 59 persen penguasaan bola.

Akan tapi tidak ada satu pun yang berbuah gol. Klub yang dahulu diperkuat Neymar itu pun gagal meraih titel yang terakhir diraih pada 2011.

Baca Juga:

Bukan Ronaldo atau Messi, Neymar Pemain Terbaik Dunia Saat Ini

'The Last Pedal' Robinho bersama Santos

5 Fakta Menarik di Balik Keberhasilan Palmeiras Juara Copa Libertadores 2020

Abel Ferreira

"Apapun yang terjadi, kami akan tetap dalam sejarah atau kami akan abadi. Kami mencatat dan mencapai kemuliaan abadi karena itu adalah sesuatu yang sangat kuat dan apapun yang terjadi di masa depan, Anda harus membawanya bersama saya," tutur Abel Ferreira, pelatih Palmeiras dikutip dari Record.

"Saya ingin Anda mengubahnya sedikit, mereka ingin mengirim Abel Braga pergi karena dia telah tersingkir. Jika semuanya berjalan alami, dia akan menjadi juara. Ada banyak yang berjuang untuk tujuan yang sama."

"Tidak ada yang menang sendirian dalam sepak bola. Para pemain berbicara dengan saya, berbicara dengan psikolog, berbicara dengan staf dapur. Itu keluarga saya, saya tinggal di sana."

"Saya pelatih yang jauh lebih baik, tetapi saya adalah paman yang lebih buruk, saudara yang lebih buruk, karena saya meninggalkan keluarga saya di sana, mereka tidak tahu seberapa banyak saya menangis karena rindu rumah."

"Sejujurnya, kata yang terlintas di benak saya adalah 'terima kasih'. Pertama-tama, terima kasih kepada semua orang yang saya latih dan dengan cara yang spesial dan penuh kasih kepada para pemain Palmeiras. Tidak ada pelatih bagus tanpa pemain bagus."

Palmeiras menjadi juara tapi Pemain Terbaik Copa Libertadores 2021 bukan datang dari salah satu pemain Palmeiras, melainkan dari Santos, yakni Marinho. Lantas siapakah dia?

Perjalanan Karier Unik Marinho

Marinho kala berkarier di China

Di kala banyak pesepak bola asal Brasil yang berkarier di Eropa, entah itu mengembangkan karier atau mendapatkan gaji besar, Marinho atau pemain bernama lengkap Mario Sergio Santos Costa menempuh jalur karier yang berbeda.

Pemain kelahiran Penedo, 29 Mei 1990 adalah produk akademi Santos dan Fluminense. Perjalanan Marinho cukup berliku dari Fluminense, Internacional, Caxias, Goias, Cruzeiro, Vitoria, Gremio, dan kembali ke Santos pada 2019.

Satu-satunya karier yang pernah dijalaninya di luar Amerika Selatan terjadi pada 2017. Kala Marinho mencetak 21 gol dengan Vitoria klub dari China, Changchun Yatai tertarik kepadanya hingga memboyongnya.

Marinho menghabiskan waktu setahun di sana sebelum kembali ke Brasil membela Gremio. Kariernya tidak berhias banyak trofi tapi Marinho tidak pernah menyerah mengejar impian dan bekerja keras di sesi latihan.

Penyerang Sayap Tajam di Usia Senja

Marinho semakin berbahaya di usia 30 tahun

Sebagaimana penyerang sayap kebanyakan dari Brasil Marinho juga memiliki kemampuan teknik dalam mendribel bola dan mencetak gol. Perjalanannya dalam membawa Santos ke final Copa Libertadores tak dilupakan begitu saja.

Pada 2020 yang dihiasi pemberitaan virus corona Marinho menjadi Pemain Terbaik Amerika Selatan dengan 22 gol dari 38 laga pada 2020 dengan Santos, plus memberi tujuh assists. Pergerakannya selalu jadi momok pertahanan lawan.

Julukan Di Marinho pun disematkan kepadanya setelah adanya perbandingan dengan winger PSG, Angel Di Maria. Itu unik sebab Di Maria berasal dari Argentina, namun fans Vitoria memberikan julukan itu kepada Marinho karena gaya main yang sama.

"Saya sangat menyukainya (panggilan Di Marinho)," ucap Marinho kala diwawancara FIFA. "Itu adalah julukan yang datang dari suporter Vitoria, ketika saya berada di sana pada 2016, karena kami memiliki, kurang lebih, gaya bermain yang mirip."

"Itu nama panggilan yang sangat saya sukai. Saya sangat mengagumi Di Maria, jadi nama panggilan itu sangat keren. Itu saja."

Dua legenda Santos, Neymar dan Pele juga memberikan dukungan kepada Marinho jelang final Copa Libertadores. Keduanya masih sangat aktif mendukung Santos.

Pele dan Neymar

"Sangat keren ketika dia (Neymar) melakukan video call dan meminta untuk berbicara dengan saya. Dia selalu memperlakukan saya dengan sangat baik. Saya sangat mengaguminya. Mendapat dukungan dari pemain seperti Neymar dan raja sepak bola, Pele, adalah sesuatu yang sangat memotivasi kami," tambah marinho.

"Pele membuat sejarah, Neymar membuat sejarah. Membuat mereka berdua memperhatikan kami, mengirimkan dukungan membuat kami sangat bahagia."

Menilik segala perjalanan karier yang sudah ditempuhnya sejauh ini, kemampuan yang dimilikinya, tinggal masalah waktu Tite yang mempertimbangkan namanya memanggil Marinho ke timnas Brasil. Usia tak jadi kendala jika sang pemain bisa tampil sesuai ekspektasi.

"Mendengar pelatih Selecao menyebut nama Anda membuat Anda sangat bahagia," imbuh Marinho.

"Jika saya dipanggil oleh Selecao, itu tergantung pada pekerjaan saya di Santos. Mengenakan kemeja negara saya akan menjadi sesuatu yang luar biasa, realisasi mimpi masa kecil."

Semoga Tite bisa mewujudkan impian Marinho di usia senja menjelang akhir-akhir kariernya itu.