BolaSkor.com - Inter Milan memiliki talenta dalam diri Sebastiano Esposito. Nerazzurri percaya Esposito akan bersinar di masa depan. Keyakinan tersebut terus tumbuh dan membuat sang striker sulit disentuh.

Sebastiano Esposito merupakan penyerang muda Inter Milan yang lahir pada 2002. Sang striker sudah akrab dengan dunia kulit bundar karena sang kakek, ayah, dan paman juga menjadi pemain profesional.

Bakat Sebastiano Esposito pertama kali dicium oleh Roberto Clerici yang bekerja untuk Brescia. Clerici melihat Esposito tampil mendominasi melawan anak yang dua tahun lebih tua dari dirinya.

Esposito menghabiskan dua tahun bersama Rondinelle sebelum muncul dalam radar Inter Milan. Bersama sodaranya, Salvatore, ia pindah ke Milan pada 2013.

Langkah-langkah awal Sebastiano Esposito bersama Inter Milan berlangsung manis. Ia meraih gelar bersama Inter U-16. Saat bermain di U-17, Esposito mencetak 16 gol dalam 14 pertandingan. Sementara itu, saat membela tim Primavera Nerazzurri, Esposito mengemas enam gol dalam 16 laga.

Baca juga:

Berkat Antonio Conte, Valentino Rossi Yakin Inter Milan Scudetto

Inter Milan Masih Memendam Perasaan kepada Rodrigo de Paul

Berkah Terselubung di Balik Wabah Virus Corona yang Menyerang Inter

Sebastiano Esposito

Catatan tersebut sudah cukup membuat pelatih Inter Milan saat itu, Luciano Spalletti, memanggil Esposito pada laga melawan Eintracht Frankfurt di Liga Europa.

Esposito masuk pada menit ke-73 untuk menggantikan Borja Valero. saat itu, Inter sedang tertinggal 1-0.

"Sayangnya, saya tidak berada di stadion karena alasan pekerjaan. Namun, saya masih melihat laga itu di televisi," tegas ayah Esposito, Agostino.

"Ada adrenalin dan kemudian emosi yang menghantam saya. Saya tidak menyangka bisa melihatnya di lapangan. Saya tidak bisa berkata-kata dan saya menangis kegirangan."

Tidak hanya bersama Inter Milan, Esposito juga gemilang pada kelompok umur tim nasional Italia. Pada Piala Eropa U-17, Esposito menjadi satu di antara pemain yang paling gemilang.

Esposito membawa Gli Azzurri melangkah hingga laga puncak. Gol tendangan bebasnya melawan Prancis pada semifinal menjadi yang paling diingat.

Meskipun pada akhirnya Italia ditekuk Belanda 4-2 pada laga puncak, tetapi Esposito berhasil mencuri perhatian. Sang striker dikabarkan membuat Liverpool dan Paris Saint-Germain jatuh hati.

Akan tetapi, keinginan PSG dan Liverpool mendapatkan Esposito mendapatkan penolakan dari Inter Milan. La Beneamata sadar jika Esposito akan menjadi bintang di masa depan.

Inter juga sudah belajar dari kasus Nicolo Zaniolo yang dilepas ke AS Roma. Pemain muda Italia itu menjadi bagian dari transfer Radja Nainggolan. Inter gigit jari karena Zaniolo justru gemilang bersama Roma, sedangkan Nainggolan mengalami kesulitan.

Pergantian pelatih ke tangan Antonio Conte tidak membuat Esposito tersingkir dari tim utama. Ia justru menciptakan dua rekor pada Serie A musim 2019-2020.

Sebastiano Esposito

Esposito bermain sejak awal laga ketika Inter Milan menjamu Genoa pada laga lanjutan Serie A 2019-2020, di Giuseppe Meazza, Minggu (22/12/2019). Esposito menggantikan Lautaro Martinez yang tidak bisa tampil.

Dengan begitu, Esposito memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang tampil sebagai starter Inter Milan pada abad ke-21. Esposito berusia 17 tahun plus 172 hari ketika bermain.

Tak hanya itu, pertandingan melawan Genoa kian tak terlupakan bagi Esposito karena dirinya berhasil mencetak gol pada menit ke-64. Esposito menjadi pemain termuda Inter sejak Mario Corso (1958) yang mencetak gol di Serie A.

Gol bermula ketika Inter Milan mendapatkan tendangan penalti. Biasanya, itu menjadi hak paten dari Romelu Lukaku. Namun, pemain asal Belgia itu justru memberikan tendangan penalti kepada Esposito.

Momen pun berubah menjadi mengharukan karena Esposito merayakan gol tersebut bersama sang ibu yang duduk di pinggir lapangan.

"Saya melihat ibu berada di pinggir lapangan. Gol itu saya persembahkan untuk dirinya," terang Esposito kepada Sky Sports.

"Saya tidak bisa tidur semalam setelah mendapatkan kabar akan menjadi starter. Saya menghabiskan waktu untuk memikirkan apa yang akan terjadi pada pertandingan ini."

Inter Milan pun sadar jika Esposito membutuhkan menit bermain yang lebih banyak. Keberadaan Lukaku, Lautaro, Alexis Sanchez, dan Andrea Pinamonti membuat peluang Esposito unjuk gigi semakin tipis.

Akhirnya, Il Biscione meminjamkan Esposito ke SPAL pada awal musim ini. Sayangnya, karena sejumlah masalah, ujung tombak 18 tahun itu hanya bermain dalam 13 laga di Serie B.

Kemudian, Inter memindahkan sekolah Esposito ke klub Serie B lainnya, Venezia. Kini, sang striker telah mencetak satu gol pada laga terakhir kontra Monza.

Inter Milan diprakirakan akan kembali meminjamkan Esposito pada musim depan. Namun, klub yang dituju adalah peserta Serie A. Inter ingin Esposito merasakan kerasnya persaingan di kasta tertinggi.

Satu yang pasti, Inter Milan melakukan berbagai cara untuk mempertahankan Sebastiano Esposito. Tak hanya itu, Nerazzurri juga sabar dalam menunggu penampilan Esposito hingga matang. Sebab, Inter sadar betul akan potensi sang pemecah rekor.