BolaSkor.com - Real Madrid terus melangkah dalam upaya memenangi titel Liga Champions ke-14. Los Blancos melalui hadangan dua tim besar, PSG (Paris Saint-Germain) dan Chelsea (juara bertahan) di fase gugur.

Karim Benzema menjadi bintang di dua laga itu melalui hat-trick gol yang ditorehkannya. El Real akan menghadapi Manchester City yang notabene finalis Liga Champions musim lalu, sementara semifinalis lainnya mempertemukan Liverpool dengan kuda hitam Villarreal.

Madrid berhasil mencapai semifinal tapi nada skeptis tetap mengiringi langkah mereka. Salah satunya dituturkan oleh eks pemain Madrid asal Italia, Antonio Cassano.

Dengan lantang Cassano menilai Madrid hanya beruntung melewati PSG dan Chelsea. Bahkan menurutnya tim arahan Carlo Ancelotti kalah bagus dari Barcelona, yang disingkirkan Eintracht Frankfurt di Liga Europa. Cassano juga menilai Ancelotti tidak pernah mengembangkan karier pemain.

Baca Juga:

Real Madrid 2-3 Chelsea: Senjata Baru Karim Benzema

Real Madrid 2-3 Chelsea: Perjudian Ancelotti dan Magis Bernabeu Jadi Pembeda

Inter Intip Peluang Boyong Dua Pemain Madrid

"Real Madrid bermain buruk, tetapi melawan Paris Saint-Germain terlebih dahulu dan kemudian melawan Chelsea mereka sangat beruntung dan cepat atau lambat itu akan berakhir," kata Cassano kepada Bobo TV soal perjalanan Madrid.

“Real Madrid tidak bermain bagus di liga. Jika Anda melihat Barcelona, yang memulai dengan sangat terlambat, itu adalah musik lain."

"Ancelotti membuat Anda merasa baik, tapi saya tidak tahu – saya tidak bisa memikirkan pemain yang telah berkembang dalam kariernya (saat dilatih Ancelotti)."

Di satu sisi berbeda Cassano memuji Benzema. Penyerang berusia 34 tahun tengah menjalani musim terbaiknya dengan Madrid.

"Cristiano (Ronaldo) harus berdoa kepada Benzema setiap hari dan berterima kasih padanya karena telah bermain di sisinya," tambah Cassano.

“Kami melihatnya sekarang. Sebelumnya, Karim hanya berhasil 18 atau 20 gol setahun, tetapi di (musim) saat ini dia sudah mencapai 50, termasuk gol dan assist."

"Benzema selalu melayani Cristiano Ronaldo, yang pada akhirnya bertugas mencetak 50 gol setahun. Hari ini mereka adalah pesepak bola yang sama sekali berbeda dan Karim adalah penyerang tengah yang memiliki kaki seperti Zinedine Zidane," pungkas Cassano.