BolaSkor.com - Musim pertama Jose Mourinho dengan AS Roma dilalui dengan fase naik turun di Serie A. Dalam lima laga terakhir di seluruh kompetisi Il Giallorossi dua kali menang, sekali kalah, dan dua kali imbang.

Laga-laga itu melawan Lecce (3-1), Empoli (4-2), Genoa (0-0), Inter Milan (0-2), dan Sassuolo (2-2). Di Serie A Roma semakin tercecer jauh dari perebutan empat besar atau zona Liga Champions.

Saat ini Roma ada di urutan tujuh klasemen dengan 40 poin dari 25 laga, terpaut enam poin dari Juventus di peringkat empat dan di atas Roma masih ada dua pesaing lainnya yakni Atalanta dan Lazio.

Roma sedianya tidak pelit berinvestasi kepada pemain-pemain baru musim ini. Mahar sebesar 100 juta euro lebih telah dihabiskan di bursa transfer untuk merekrut pemain seperti Tammy Abraham, Marash Kumbulla, Eldor Shomurodov, Matias Vina, Rui Patricio, hingga Roger Ibanez.

Baca Juga:

Ketika Legenda Roma, Francesco Totti Membahas Transformasi Mo Salah

Jose Mourinho, Sosok Tepat Bangkitkan Kejayaan AS Roma?

Pemain Buruan Milan, Roma, dan Man United Umumkan Pergi dari Marseille

Pada Januari lalu (bursa transfer musim dingin) Roma bahkan memnjam Ainsley Maitland-Niles dari Arsenal dan juga Sergio Oliveira dari Porto. 100 juta euro itu sudah termasuk uang transfer hingga gaji pemain.

Akan tapi menurut laporan dari Football-Italia, pemilik Roma butuh investasi lebih agar tim lebih kompetitif jelang akhir musim. Kabarnya, The Special One tidak bahagia dengan kedalaman skuad dan kualitas tim secara merata.

Bahkan, tipikal Mourinho ia mengkritik pemain-pemain Roma di depan publik selama beberapa pekan terakhir. Mengenai hal tersebut mantan pemain asal Italia, Paolo Di Canio mengkritik Mourinho.

“Mourinho menyerang ruang ganti, seperti semua penggemar yang mengkritik pemain yang menghasilkan jutaan,” kata Di Canio kepada Sky Sport Italia.

“Dia telah memicu aspek ini. Dia melakukan hal yang sama di Tottenham, dia menyalahkan para pemain, tetapi penggemar di sana tidak setuju dengannya."

"Dia terpaut satu poin dari Liverpool, kemudian dia kalah dalam pertandingan melawan The Reds dan hancur di delapan pertandingan berikutnya. Sekali lagi, dia mulai berbicara tentang pemain dan wasit. Tidak dengan intensitas ini, tetapi para penggemar mengucapkan selamat tinggal padanya."

“Bagian paling bersemangat dari penggemar Roma masih membela Mourinho, tetapi seorang pemain memiliki ketakutan di Roma dan memiliki rasa takut untuk membicarakannya dengan pelatih."

Usai tersingkir dari Coppa Italia, harapan satu-satunya Roma untuk memenangi trofi musim ini bersama Mourinho ada di ajang UEFA Conference League selain bertarung masuk empat besar di Serie A.