BolaSkor.com - Tidak butuh waktu lama bagi offisial Qatar selaku tuan rumah Piala Dunia 2022 merespons komentar pelatih timnas Belanda, Louis van Gaal, yang menilai Piala Dunia di Qatar bermotif uang dan kepentingan komersil.

Piala Dunia 2022 dihelat di Qatar dari November hingga Desember di kala liga-liga Eropa bergulir. Van Gaal menilai Piala Dunia di Qatar konyol dan FIFA memilih Qatar karena ada motif uang dan komersil.

“Sekarang, semua orang tahu bahwa saya menganggap itu (Piala Dunia 2022 di Qatar) konyol,” tegas Van Gaal sebagaimana dikutip dari Guardian.

“Sungguh menggelikan bahwa kami akan bermain di sebuah negara – bagaimana cara FIFA mengatakannya? Untuk mengembangkan sepak bola di sana. Itu omong kosong. Tapi itu tidak masalah – ini tentang uang, kepentingan komersial. Itulah motif utama FIFA."

“Mengapa Anda berpikir bahwa saya bukan anggota komisi FIFA, dengan keahlian UEFA saya?”

Baca Juga:

Bencana jika timnas Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 di Qatar Tak Jauh dari Uang dan Keuntungan Komersil

Play-off Piala Dunia 2022: Haruskah Portugal Bermain Tanpa Cristiano Ronaldo?

“Karena saya selalu (menjaga) jarak dengan organisasi semacam ini. Itu tidak benar, tetapi saya dapat mengatakan ini secara langsung tentang Qatar – tetapi itu tidak membantu dunia untuk menyingkirkan masalah ini.”

Tidak butuh waktu lama bagi pihak Qatar merespons Van Gaal. Offisal Piala Dunia Qatar, Hassan Al Thawadi menilai pelatih berpengalaman seperti Van Gaal seharusnya tak membuat pernyataan seperti itu. Al Thawadi menuturkan pentingnya Piala Dunia untuk Timur Tengah.

"Pertama-tama, izinkan saya mengatakan: untuk seseorang dengan pengalaman bertahun-tahun, yang memahami betapa kuatnya sepak bola, sungguh konyol membuat pernyataan seperti itu," cetus Al Thawadi kepada beIN Sports.

"Dia mungkin tidak berusaha keras untuk memahami apa arti sepak bola bagi Qatar dan dunia Arab."

“Dia harus meluangkan waktu untuk melihat apa arti Piala Arab baru-baru ini bagi orang-orang di sini. Kemudian Anda melihat gairah di dunia Arab, lalu Anda melihat apa arti sepak bola bagi kami."

"Bukan gagasan konyol bahwa negara Arab menjadi tuan rumah Piala Dunia," urai Al Thawadi.