BolaSkor.com - Musim 2022-2023 bagi Chelsea belum berjalan baik di era Graham Potter, pelatih yang ditunjuk menggantikan Thomas Tuchel. Meski sempat memperlihatkan harapan di awal kepelatihan Potter, lambat laun performa Chelsea menurun.

Situasi pun tak membaik pada 2023. Terutamanya ketika manajemen sudah mengeluarkan hampir 300 juta poundsterling untuk merekrut pemain pada Januari lalu, tekanan kepada Potter terus berlanjut.

Saat ini Chelsea masih berada di urutan 10 Premier League dan menemui kesulitan besar masuk zona Liga Champions. Sementara itu Chelsea masih bermain di fase gugur Liga Champions pada fase 16 besar melawan Borussia Dortmund.

Baca Juga:

Kai Havertz Jadi Sasaran Kritik, Graham Potter Pasang Badan

Gol dan Kemenangan Kontra Leeds United Tak Menyelesaikan Masalah Chelsea

Satu Tahun Penjualan Chelsea: Kenangan Indah Roman Abramovich, Masalah untuk Todd Boehly

Bertahan di Liga Champions musim ini, dan menjadi juara merupakan opsi paling realistis bagi Chelsea untuk bermain kembali di Liga Champions musim depan. Chelsea pun sedianya memiliki 'kewajiban' untuk bermain di Liga Champions.

Merangkum dari Goal ada sejumlah dampak besar yang dapat diterima Chelsea jika mereka tak bermain di Liga Champions musim depan. Apa saja dampak tersebut?

1. Kehilangan Hadiah Uang

Hadiah uang untuk partisipasi di fase grup Liga Champions 2023-2024 belum diketahui, tapi disinyalir kisarannya tak jauh berbeda dari musim ini. Musim ini setiap dari 32 tim yang lolos mengantongi 13,5 juta poundsterling dan itu baru ongkos awal.

Performa mereka juga menentukan berapa banyak uang yang diterima. Klub-klub menerima 2,4 juta poundsterling untuk satu kemenangan dan 802.000 untuk hasil imbang.

Melihat performa Chelsea di fase grup musim ini, kurang lebih mereka menerima 24 juta poundsterling. Dengan mencapai 16 besar saja klub sudah menerima 8,2 juta poundsterling, lalu 9,1 juta poundsterling pada perempat final, 10,7 juta poundsterling (semifinal), dan 13,3 juta poundsterling (final).

Chelsea baru ini mengantongi sebesar 120 juta poundsterling atas performa mereka di Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Eropa. Bisa dibayangkan berapa kehilangan mereka jika tak bermain di Liga Champions musim depan.

2. Kesulitan dengan Sponsor

Performa naik turun Chelsea dapat berpengaruh ke hal lainnya yakni pada perspektif komersil. Pada 2020 lalu, Chelsea teken kontrak sebesar 120 juta poundsterling dengan Three.

Banyak yang berubah di klub sejak saat ini dan tentu saja yang paling terlihat, perubahan kepemilikan klub yang berdampak kepada Three sebagai sponsor. Pasalnya Pemerintah Inggris memberi keputusan untuk memberikan sanksi kepada Roman Abramovich, pemilik lama Chelsea yang berujung penundaan dukungan Three kepada klub.

Kesepakatan dengan Three berakhir pada akhir musim ini dan Chelsea mencari sponsor baru untuk musim depan. Untuk menarik sponsor itu Chelsea akan menemui kesulitan jika tak bermain di Liga Champions musim depan.

3. Potensi Pelanggaran FFP

Dalam kurun waktu dua bursa transfer Chelsea sudah menghabiskan 500 juta poundsterling lebih untuk belanja pemain. The Times sudah menuturkan adanya potensi Chelsea mengambil risiko melanggar Financial Fair Play (FFP).

Tak berpatisipasi di Liga Champions musim depan dapat mengarahkan Chelsea ke potensi pelanggaran tersebut.

Sebelumnya Chelsea sudah diawasi dengan ketat, hanya lolos dari tindakan sebelumnya karena tunjangan yang diberikan setelah pandemi Covid-19 - dan pendekatan liberal mereka untuk mentransfer pengeluaran sejak saat itu tidak akan banyak membantu otoritas sepak bola.

Apalagi Chelsea juga mengontrak jangka panjang beberapa pemain baru mereka, itu memungkinkan biaya transfer mereka 'diamortisasi' selama beberapa tahun. Itu terjadi kepada Juventus yang pada akhirnya mendapatkan sanksi pengurangan poin.

"Tagihan gaji Chelsea pada 2021 adalah 333 juta poundsterling dan itu sebelum klub melakukan investasi pada segudang pemain dengan kontrak jangka panjang yang mungkin juga dibayar dengan sangat baik," kata pakar finansial sepak bola, Kieran Maguire kepada The Times.

"Saya pikir kegagalan lolos ke Liga Champions musim ini akan berarti bahwa mereka akan masuk dalam daftar pantauan UEFA."

4. Dipaksa Jual Talenta dari Akademi

Pada akhirnya demi menghindari potensi sanksi dan pelanggaran FFP, Chelsea harus menjual talenta yang mereka miliki khususnya produk akademi bertalenta, baik itu talenta lokal (Inggris) atau pemain asing.

Ada tiga nama yang dapat dijual karena namanya sudah masuk daftar incaran klub-klub lain seperti Conor Gallagher, Callum Hudson-Odoi, dan Ruben Loftus-Cheek. Menjual mereka dapat memberikan pemasukan untuk Chelsea jika tak bermain di Liga Champions musim depan.

5. Kesulitan di Bursa Transfer

Todd Boehly memang sudah merekrut banyak pemain pada bursa transfer musim dingin dan mereka disiapkan untuk masa depan. Kendati demikian tanpa sepak bola di Liga Champions musim depan, sulit bagi Chelsea melakukan hal yang sama.

Bursa transfer musim panas acapkali dijadikan momen untuk merekrut nama besar. Chelsea dapat kesulitan merekrut incaran seperti Jude Bellingham, Josko Gvardiol, jika tak bermain di Liga Champions pada musim 2023-2024.