BolaSkor.com - Liverpool akan mengangkat titel Premier League untuk kali pertama setelah menanti 30 tahun lamanya. Titel itu akan diberikan selepas laga pekan 37 Premier League melawan Chelsea di Anfield, Kamis (23/07) dini hari WIB.

Tak peduli apapun hasil pertandingan tersebut Jurgen Klopp dan anak-anak asuhnya akan tetap mengangkat titel Premier League. Sayangnya selebrasi titel Premier League Liverpool nantinya akan berbeda.

Tidak akan ada fans yang hadir di Anfield untuk merayakan titel bersama dengan Liverpool karena pandemi virus corona. Seremoni pemberian titel Premier League akan tetap sama sampai Jordan Henderson dkk mengangkat trofi, namun tidak ada kerumunan fans di dalam atau luar stadion.

Baca Juga:

5 Bek Kiri yang Dapat Direkrut Liverpool untuk Melapis Andrew Robertson

Jeremy Doku, Remaja 18 Tahun Calon Suksesor Sadio Mane di Liverpool

Rayakan Gelar Juara, Madridista Lebih Tertib Ketimbang Fans Liverpool

Titel dalam format Premier League itu akan jadi yang pertama untuk Liverpool dan akan menambah koleksi titel di kabinet klub yang sudah berisikan titel Piala FA, Piala Liga, hingga Liga Champions.

Berbicara soal trofi ada satu trofi menarik yang hanya dimiliki oleh Liverpool dan bersejarah: Piala Curlett. Titel ini bukan titel dari kompetisi domestik atau Eropa, namun hebatnya berada di jajaran koleksi bersejarah di Museum Liverpool.

Mengingat momen selebrasi titel Premier League yang akan dilakukan Liverpool, suporter dan pecinta sepak bola Eropa selayaknya mengetahui sedikit sejarah mengenai Piala Curlett yang dibuat dengan 'cinta' dan passion besar.

Piala Unik yang Berasal dari Passion Besar Fans Liverpool

Trofi Curlett

Hubungan Scousers - sebutan untuk fans Liverpool - dengan Liverpool sangatlah erat. Suporter tidak kenal lelah mendukung tim kesayangan mereka khususnya di kala Liverpool berada di masa-masa sulit sebelum meraih titel Premier League musim ini.

Pun demikian asal muasal adanya Piala Curlett. Piala yang dibuat dengan 'keringat dan cinta' dari passion besar keluarga Curlett pada 1960an. Terry dan saudaranya membuat trofi Curlett (buatan sendiri).

Bermodalkan vas biasa yang ditempel potongan koran dan foto-foto pemain legendaris Liverpool, vas itu disulap layaknya trofi pada umumnya.. Putra dari Terry, Franny Curlett dari County Road di Walton menuturkan bagaimana trofi itu bisa melegenda di Liverpool.

"Itu (trofi Curlett) dibuat oleh ayah saya Terry dan saudaranya, Paman Teddy. Mereka tinggal di atas jembatan di Boundary Street dan merupakan pendukung Liverpool yang dipenuhi passion," cerita Franny kepada Liverpool Echo.

"Setelah melengkapi trofi buatan mereka, ayah saya menulis kepada manajer klub Bill Shankly."

"Dia mendapat balasan tertulis dari Bill Shankly, lengkap dengan dua tiket, untuk ayah saya dan Paman Teddy untuk pergi ke sana dengan membawa trofi mereka pada hari itu dan mereka diundang ke ruang ganti sesudah laga."

"Trofi Liga yang sesungguhnya tidak akan berada di Anfield dan pada akhirnya Liverpool mendapatkan poin untuk meraih gelar, piala mereka akan digunakan sebagai gantinya."

"Ini tidak seperti sekarang saat mereka memiliki helikopter Sky (Sports) melayang di atas kepala, siap untuk mengantarnya ke siapa pun yang akan memenangkannya," terang Franny.

Trofi Curlett dibawa pemain-pemain Liverpool

"Para pemain membawanya di sekitar stadion dan ketika mereka memenangkan gelar untuk kedua kalinya di bawah Shankly pada tahun 1966, mereka melakukannya lagi."

Kondisi di era sepak bola modern memang berbeda. Trofi siap diberikan langsung kepada tim yang memenangi Premier League karena trofi itu dibawa helikopter. Momen kala tim pemenang membawa trofi buatan seperti Piala Curlett itu tak akan terulang lagi.

Liverpool di era 1980-an ke bawah memang mendominasi Inggris dan Bill Shankly adalah manajer legendaris klub pada medio 1959-1974.

Tidak ada yang spesial dari Piala Curlett namun trofi itu berisi nilai sejarah yang besar sampai diangkat dan dibawa oleh skuat Liverpool kala itu pada medio 1960-an. Tidak ada juga pemahat piala profesional yang membuat trofi itu.

Kendati demikian kurator Museum Liverpool, Stephen Done mengenang Piala Curlett sebagai trofi prestisius yang tidak kalah dari Premier League, Piala Liga, Piala FA, dan Liga Champions sekali pun.

"Menurut saya, itu sama berharganya dan penting bagi Liverpool FC seperti halnya trofi lain yang kami miliki dalam koleksi kami," imbuh Done.

"Kami memiliki gelar liga yang dipamerkan di sini dan medali pemenang Eropa - bahkan trofi Liga Champions nyata dari Istanbul pada 2005, yang bukan replika tetapi artikel asli. Namun, bagi saya, Piala Curlett berdiri setara di antara mereka."

Trofi Curlett di ruang ganti pemain Liverpool

Selama empat dekade lebih Trofi Curlett tak pernah lagi diarak oleh pemain-pemain Liverpool di Anfield, Franny memutuskan untuk mendominasikannya kepada Museum Liverpool.

"Saya menelepon museum pada 2006 karena itu 40 tahun setelah diarak terakhir. Itu telah disimpan di loteng ibu saya, Violet selama 40 tahun. Itu hanya akan keluar jika keluarga berkumpul atau teman ayah saya dan mereka ingin berfoto."

"Sebagai seorang anak, saya tidak menyadari betapa besarnya itu. Tetapi pada tahun 2006 saya menoleh ke ibu saya dan berkata, "Orang lain harus melihat ini - ini adalah bagian besar dari sejarah Liverpool."

"Sebelumnya dikenal sebagai 'piala penggemar' karena klub tidak tahu siapa yang membuatnya, tetapi ketika saya berbicara dengan Stephen Done di museum, telepon menjadi sunyi senyap."

"Saya berkata: 'Halo, apakah Anda masih di sana?' Dia mengatakan kepada saya 'Ya, saya masih di sini ... Saya tidak percaya apa yang baru saja Anda katakan! Kami punya daftar 10 hal teratas yang ingin kami miliki di museum ini dan itu tepat di atas, tetapi kami tidak menganggapnya ada lagi. Dia pikir trofi itu rusak di bar," urai Franny.

Memang tidak semuanya dapat dinilai dengan uang dan betapa mewahnya barang tersebut. Acapkali trofi sederhana seperti Piala Curlett memiliki nilai yang tak dapat ditakar dengan apapun di dunia ini.