BolaSkor.com - Bek Manchester United, Luke Shaw, tidak menampik tak mudah menjadi penggawa The Red Devils. Shaw menyebut, tekanan tersebut datang karena Man United adalah klub terbesar di dunia.

Luke Shaw hengkang ke Manchester United dari Southampton ketika baru berusia 19 tahun. Ketika itu, ia digadang-gadang sebagai satu di antara talenta terbaik di Inggris.

Baca Juga:

Nyanyian Baru Fans Manchester United untuk Odion Ighalo

Ole Gunnar Solskjaer Khawatir Marcus Rashford Absen di Piala Eropa 2020

Manchester United Dianggap Pernah Punya Pemain seperti Bruno Fernandes di Masa Lalu

Luke Shaw

Akan tetapi, apa yang diimpikan Luke Shaw tidak tercapai. Hari-harinya lebih banyak dihabiskan pada ruang perawatan karena cedera.

"Sebenarnya, saya mendapatkan banyak kritik setalah bergabung dengan Manchester United. Ketika bergabung dengan Man United, Anda harus siap menanggung beban besar karena berada di klub terbesar di dunia," terang Shaw seperti dikabarkan Sportsmole.

"Orang-orang akan selalu memperhatikan Anda karena tim ini punya nama besar sehingga menerapkan standard tinggi," sambung sang bek.

Luke Shaw mulai mendapatkan intensitas permainan pada musim ini. Hal tersebut memperbesar peluangnya tampil membela tim nasional Inggris di Piala Eropa 2020.

"Kami adalah pesepak bola dan harus bisa menghadapi kritik. Kami juga harus kuat menghadapi semua itu."

"Paling penting adalah kami harus bisa membuktikan punya kemampuan terbaik di atas lapangan. Kami harus memberikan kemampuan terbaik," kata Shaw.

Pada musim panas lalu, ada beberapa penggawa Manchester United yang gagal menunjukkan kemampuan terbaik dan pada akhirnya menuju pintu keluar. Dua di antaranya adalah Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez.