BolaSkor.com - Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, kembali menyatakan keinginan menjadi arsitek Timnas Indonesia. Ia mengaku akan bangga bila pekerjaan menjadi pelatih Timnas didapatkannya.

Keinginan ini disampaikan setelah kembali memberi sinyal tak akan lagi menangani Bhayangkara FC. Menurutnya, The Guardian membutuhkan sosok baru.

"Memang sulit meninggalkan lingkungan, yang didalamnya menginginkan kita bertahan, termasuk meninggalkan pergi orang ketika naik pesawat. Dalam dua tahun terakhir, kami sudah sama-sama membangun dalam hal positif. Kami mainkan pemain muda dan mencoba mengembangkan sepak bolanya, seperti Sani Rizki Fauzi dan Nurhidayat," jelas Simon McMenemy.

"Jujur saya sudah melakukan semua untuk Bhayangkara FC. Mungkin Bhayangkara butuh wajah dan orang baru untuk memegangnya," tambah Simon McMenemy.

Baca Juga:

Persija Vs Mitra Kukar: 69.000 Tiket Telah Terjual

Pelatih Persija Stefano Cugurra Teco: Robert Rene Alberts akan Menangis Besok

Manajer Persija Ikhlas Lepas Teco ke Timnas Indonesia

Simon McMenemy sempat dikait-kaitkan dengan Timnas Indonesia ketika PSSI masih bernegosiasi dengan Luis Milla. Pos arsitek skuat Garuda tak diisinya menyusul keputusan PSSI menunjuk Bima Sakti.

"Saya tahu bagaimana pemain Indonesia dan masalahnya serta mungkin pemain yang terlewatkan. Saya mau melatih, tapi bukan sekadar melatih saja tapi mengembangkan yang tak keluar menjadi keluar, mengeluarkan potensi pemain."

"Saya bangga dikait-kaitkan dengan posisi pelatih Timnas dan bangga kalau terjadi, di mana bisa merepresentasikan sepak bola yang populer dan saya akan mencoba membuat yang lebih baik lagi."

Simon McMenemy enggan bicara secara spesifik soal tawaran yang sudah datang. Menurutnya, tawaran tak hanya dari dalam Indonesia, tapi juga dari luar.

"Untuk tujuan berikutnya, belum ada yang pasti. Banyak yang tertarik, tapi belum pasti. Sebagai pelatih, saya juga ingin melakukan perubahan di suatu tempat, mendatangkan suatu hal positif dan membuat orang bangga. Kalau ada tawaran dari Timnas, saya pasti bangga, karena bisa menjadi representasi semangat besar banyak orang."

"Saya tidak bisa sebutkan secara spesifik mana saja. Tapi di sini ada, di luar juga ada. Kalau beruntung saya bisa memilih, terutama tempat yang nyaman untuk keluarga. Kadang kita tidak bisa memilih, kadang harus datang mencarinya," sambung pelatih asal Skotlandia itu.