BolaSkor.com - Tottenham Hotspur menganulir keputusan menggunakan bantuan pemerintah untuk membayar sebagian gaji karyawannya selama masa pandemi virus corona. Hal ini tak lepas dari banyaknya protes yang dilayangkan suporter mereka terkait keputusan ini.

Selama pandemi virus corona, pemerintah Inggris memang mengeluarkan kebijakan bernama The Coronavirus Job Retention Scheme (CJRS) untuk melindungi hak pekerja. Aturan ini membuat pemerintah berkewajiban membayar 80 persen gaji pekerja yang dirumahkan perusahaannya.

Tottenham memanfaatkan kebijakan ini dengan merumahkan karyawan yang bersifat non-pemain. Mereka bisa berhemat cukup banyak dengan keputusan ini.

Namun hal itu tak disetujui suporter Tottenham. Menggunakan bantuan pemerintah dianggap mencoreng reputasi klub kesayangan mereka.

"Kami sangat sadar banyak suporter menentang keputusan yang kami buat mengenai staf yang tidak bisa menjalankan pekerjaan mereka dari rumah dan niat kami menggunakan CJRS untuk memastikan pekerjaan dan hak-hak bekerja dilindungi. Mengingat sentimen suporter, menggunakan CJRS kini bukan tujuan kami saat ini hingga akhir Mei," bunyi pernyataan resmi Tottenham.

Baca Juga:

Tottenham Hotspur Ingin Tikung Chelsea soal Philippe Coutinho

Jose Mourinho Meminta Maaf Usai Langgar Aturan Pemerintah Inggris

Saran dari Mantan Penyerang Tottenham untuk Harry Kane

Langkah Tottenham tersebut sama persis dengan yang dilakukan Liverpool. The Reds juga batal menggunakan bantuan pemerintah karena diprotes oleh suporter dan legenda klub.

Sementara hal berbeda dilakukan Newcastle United, Bournemouth, dan Norwich City. Ketiga klub itu masih belum mengubah rencana untuk menggunakan kebijakan CJRS.

Klub-klub Premier League memang terancam mengalami masalah keuangan. Mereka kehilangan pendapatan yang cukup besar dari penjualan tiket, sponsor, dan hak siar televisi karena ditangguhkannya kompetisi.