BolaSkor.com - FC Barcelona menjadikan 'balapan' di jelang akhir musim LaLiga 2020-2021 semakin seru karena mereka tancap gas dan menyimpan tenaga menjelang garis finish. Ya, seketika Blaugrana coba menyalip pemuncak klasemen Atletico Madrid.

Teranyar di pekan 28 LaLiga Barcelona menang telak 6-1 atas Real Sociedad di Anoeta melalui dua gol Sergino Dest, Lionel Messi, dan masing-masing gol dicetak Antoine Griezmann serta Ousmane Dembele.

Barcelona melakukannya dengan Barcelona's style yakni: mendominasi penguasaan bola (64 persen), melepaskan 14 percobaan tendangan, dan 10 tepat sasaran.

Baca Juga:

Pecahkan Rekor Xavi, Lionel Messi Jadi Legenda Terbesar Barcelona

Hasil Pertandingan: Man United Disingkirkan Leicester, Barcelona Mengamuk

Proyek Transfer Barcelona Era Laporta: Wijnaldum Merapat, Kontak dengan Haaland

Real Sociedad 1-6 Barcelona

"Kekalahan ini tak menyakitkan, sudah jelas untuk kami semua (Sociedad). Barcelona unggulan hari ini dan ada di performa terbaik, masih ada dua pekan untuk membalikkannya. Barcelona terbaik saat ini di LaLiga dan kandidat untuk memenanginya," ucap pelatih Sociedad, Imanol Alguacil.

Barcelona kini ada di belakang Atletico dari 28 pertandingan dengan jarak empat poin, sementara Real Madrid di urutan tiga dengan jarak enam poin dengan Atletico Madrid.

Transformasi yang terjadi di Barcelona tak terjadi begitu saja. Ronald Koeman berandil besar melakukan eksperimen yang akhirnya berbuah manis dalam perburuan titel LaLiga, plus mereka masih bersaing di Copa del Rey. Lantas apa saja perubahan itu?

1. Taktik 3-5-2

Sergino Dest

Koeman sebelumnya menggunakan taktik klasik Barcelona 4-3-3 dan menguji Lionel Messi dalam peran false nine. Di beberapa laga taktik itu berhasil, namun juga sering tidak efisien dengan skuad yang ada.

Koeman mengubah menjadi 3-5-2 dan ini berjalan lebih efektif. Adanya peran bek sayap menghidupkan serangan di kedua sayap. Benar saja pemain-pemain seperti Jordi Alba dan Sergino Dest semakin aktif menyerang, lihat saja bagaimana Dest mencetak dua gol ke gawang Sociedad.

2. Libero Bernama Frenkie de Jong

Frenkie de Jong

Koeman sudah sangat mengenal karakteristik permainan De Jong yang pernah dilatihnya di timnas Belanda. Posisi aslinya gelandang tapi Koeman memiliki keyakinan memainkannya sebagai bek tengah. Dan taktik tiga bek bagus untuknya.

De Jong tidak bekerja sendirian karena dibantu dua bek lainnya. Dalam peran itu, plus visi dan operan bolanya dengan kualitasnya sebagai gelandang, De Jong mampu menjadi libero di pertahanan.

3. Kebangkitan Sergio Busquets

Sudah berusia 32 tahun Sergio Busquets tak bisa lagi banyak bergerak menutupi ruang seperti dahulu. Akan tapi dalam taktik 3-5-2 ada dua gelandang di sisinya, tiga bek di belakang, dan dua pemain di sisi sayap.

Hasilnya Busquets menjadi regista atau pengatur serangan di lini tengah dalam kedalamanan (gelandang jangkar), tanpa harus banyak berlari dan melapis lini belakang. Ini menjaga penguasaan bola Barcelona.

4. Kebebasan Lionel Messi dan Ousmane Dembele

Ousmane Dembele dan Lionel Messi

Dengan keterbatasan penyerang tengah murni selepas kepergian Luis Suarez, Koeman masih menjadikan Messi sebagai false nine dengan didampingi Dembele pada taktik 3-5-2. Tapi dengan adanya dua tandem di depan pergerakan mereka lebih bebas.

Angka-angka pergerakan ofensif hingga gol serta assist yang ditorehkan Messi bagus pada 2021, sementara Dembele jauh dari cedera dan menemukan performa terbaiknya kembali.

5. Pemain-pemain Muda dan Joan Laporta

Joan Laporta

Barcelona di bawah Presiden Baru Joan Laporta telah memasuki jilid baru. Suasana ruang ganti positif karena periode pertama Laporta di Barca (2003-2010) berjalan baik dan diwarnai kesuksesan.

Aura positif itu menular kepada para pemain dan kepercayaan Ronald Koeman kepada pemain-pemain muda melanjutkan tradisi lama yang sempat hilang: mengandalkan produk La Masia.

Beberapa pemain muda yang diandalkan Koeman seperti Ilaix Moriba, Ronald Araujo, dan Oscar Mingueza berasal dari La Masia, mereka dikombinasikan dengan pemuda lainnya seperti Pedri dan Trincao. Masa depan Barcelona cerah.