BolaSkor.com - Pemain terbaik Piala Soeratin U-17 2018, Dicky Kurniawan Arifin, akhirnya jalani debut bersama tim senior Persebaya Surabaya. Dicky disebut-sebut sebagai salah seorang talenta muda berbakat yang dimiliki Bajol Ijo.

Putera pasangan Samsul Arifin dan Yuliana itu mengawali kiprahnya di dunia sepak bola bersama klub Assyabaab selama hampir tujuh tahun. Dicky Kurniawan Arifin lantas pindah ke klub internal Persebaya, Bintang Timur. Bersama Bintang Timur, prestasinya semakin moncer.

Namanya semakin melejit ketika membela Persebaya U-17 di ajang Piala Soeratin 2018. Saat Persebaya U-17 menjadi sebagai tuan rumah fase grup Piala Soeratin U-17 Jawa Timur, aksi Dicky Kurniawan Arifin mengolah si kulit bundar kerap mengundang decak kagum penonton di tribun Lapangan Persebaya, Karanggayam, Surabaya.

Baca Juga:

Marselino Ferdinan, Eks Timnas U-16 Jalani Debut bersama Persebaya

6 Pemain Muda Curi Perhatian di Piala Menpora 2021

Performa apiknya membawa Persebaya U-17 merengkuh gelar Piala Soeratin pada 9 Februari 2019. Satu golnya membawa Bajol Ijo Cilik mengalahkan Persipan Pandeglang dengan skor 2-0 pada laga final di Stadion Soeprijadi, Kota Blitar. Bahkan, Dicky Kurniawan Arifin menyabet gelar pemain terbaik.

Dicky pertama kali ikut latihan tim senior di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, 31 Agustus 2020 lalu. Pemain kelahiran 6 Juni 2002 jebolan Elite Pro Academy (EPA) Persebaya U-18 itu tak sendirian. Rekan satu timnya, yakni Akbar Firmansyah juga mendapat kesempatan berharga tersebut.

Dicky Kurniawan Arifin (10) saat membela Persebaya U-17 di ajang Piala Soeratin 2018. (Official Persebaya)

Kepada BolaSkor.com, Dicky mengakui momen berlatih bersama tim senior menjadi kesempatan yang tidak bisa disia-siakan. Yang semula masih sekedar impian setiap pesepak bola muda. Dia sempat merasakan latihan bareng nama-nama beken penggawa Bajol Ijo macam Aryn Glen Williams, Makan Konate, David Aparecido da Silva, dan Mahmoud Eid.

“Fakta bahwa saya bergabung dengan tim utama di usia belia merupakan titik balik utamaku. Itu berarti saya harus lebih termotivasi dan bersemangat untuk meningkatkan skill. Waktu itu, saya bertekad mendapat tambahan ilmu dari pemain-pemain top,” aku Dicky.

“Saya saat itu terus memacu diri sendiri untuk meningkatkan kemampuan. Saya harus bisa menempa diri untuk mendapatkan kesempatan masuk tim senior,” tambah pemain yang mengemas 8 gol bersama tim EPA Persebaya U-18 pada 2019 lalu.

Kerja kerasnya berbuah manis. Dia diboyong pelatih Persebaya Aji Santoso pada turnamen Piala Menpora 2021. Dicky Kurniawan Arifin lantas melakoni debutnya pada laga pamungkas Grup C melawan PSS Sleman (7/4). Sayang, Persebaya kalah 0-1 melalui tendangan penalti Irfan Bachdim.

Saat itu, Aji Santoso memainkan lima pemain di bawah 20 tahun pada starting XI. Selain Dicky, ada nama Marselino Ferdinan (16), Dicky Kurniawan (18), Moch. Supriadi (18), Ernando Ari Sutaryadi (19), dan Rizky Ridho Ramadhani (19). Ditambah Akbar Firmansyah (18) yang masuk pada menit ke-25 menggantikan Oktafianus Fernando.

Lantas seperti apa penampilan Dicky? Berdasar data situs resmi Liga Indonesia Baru, selama 70 menit bermain, dia mampu melepaskan 41 umpan dengan 33 kali umpannya sukses.

Adapun soal debut bersama Persebaya, penggemar pemain senior Persebaya, Rendi Irwan Saputra, itu tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya lantaran melakoni telah mencatatkan penampilan perdana di tim kebanggaan Bonek.

Dua pemain muda jebolan Persebaya U-17 Dicky Kurniawan Arifin (kiri) mengejar Akbar Firmansyah pada sesi latihan tim senior. (BolaSkor.com/Keyzie Zahir)

“Ini perasaan yang luar biasa. Saya sangat senang dengan debut yang saya jalani dan kepercayaan pelatih yang diberikan kepada saya. Tentunya saya berharap bisa kembali mendapat menit bermain pada setiap laga-laga bersama Persebaya lagi kedepannya,” ungkap Dicky Kurniawan Arifin.

Baca Juga:

7 Fakta Menarik Usai Fase Grup Piala Menpora 2021 Rampung

Rekan Setim Kaget dengan Keputusan Abu Rizal Mundur dari Persebaya

Dicky juga menjawab soal debutnya yang tidak bermain di posisi aslinya. Padahal, tipikal permainannya sebenarnya lebih condong untuk menyerang. Dicky punya kecepatan yang cukup untuk merepotkan barisan pertahanan lawan. Semasa di Persebaya U-17 dan tim EPA Persebaya U-18, Dicky selalu bermain di belakang striker.

Namun, karena pada laga terakhir melawan PSS, Aji melakukan rotasi. Dan oleh pelatih asli Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut, Dicky ditunjuk mengisi posisi sebagai gelandang tengah. Menemani gelandang bertahan Muhammad Hidayat. Meski demikian, Dicky melakukan 3 kali intersep, sekali tekling dan dua kali melanggar lawan.

“Saya tidak peduli dengan perubahan posisi. Kalau pelatih ingin saya bermain di sisi kanan, kiri, atau tengah, saya akan menyanggupinya karena saya tinggal beradaptasi dengan cepat, itu tidak masalah. Yang penting bermain, saya senang bermain,” tutupnya sambil tertawa. (Laporan Kontributor Keyzie Zahir/Surabaya)