BolaSkor.com - PSSI telah menggelar Club Licensing Annual Seminar 2021 terhitung sejak Selasa (8/6) hingga Kamis (10/6). Seminar berlangsung secara virtual dan diikuti perwakilan 18 klub Liga 1 2021-2021.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi menjelaskan bahwa Club Licensing Annual Seminar 2021 merupakan salah satu program PSSI yang dilakukan untuk mereview Club Licensing Cycle 2020 dan memaparkan rencana pelaksanan Club Licensing Cycle 2021.

AFC tetap menjalankan Club Licensing Cycle sebagai syarat klub mengikuti AFC Club Competition 2021. Adapun PSSI telah mendapatkan akreditasi terkait dengan Club Licensing Regulation 2021 dari AFC, dimana regulasi tersebut akan menjadi acuan pelaksanaan Club Licensing Cycle 2021.

Club Licensing Cycle 2021 tetap dengan lima kriteria penilaian. Yaitu Sporting, Infrastructure, Personnel and Administrative, Legal, dan Finance.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyampaikan arahan. (PSSI)

"PSSI berterima kasih kepada seluruh tim Liga 1 2021-2022 yang sudah ikut berpartisipasi di acara ini. PSSI bersyukur bisa menyelesaikan Club Licensing Cycle 2020 dengan baik. Tahun ini diharapkan Club Licensing Cycle 2021 bisa dijalankan secara normal sebagai syarat klub mengikuti AFC Club Competition 2022," kata Yunus Nusi di laman PSSI.

Baca Juga:

Ketum PSSI Minta Timnas Bangkit saat Lawan UEA

Shin Tae-yong Masih Jengkel dengan Wasit Ahmad Alali

Club Licensing Annual Seminar 2021 dibuka oleh Lexyndo Hakim selaku Head of Legal PSSI pada Selasa (8/6) pukul 10.00 WIB.

Head of Legal PSSI, Lexyndo Hakim membuka Club Licensing Annual Seminar 2021. (PSSI)

"Sebagaimana yang diamanatkan oleh AFC, PSSI diminta untuk menerapkan National Club Licensing untuk mengimplementasikan lisensi klub profesional di strata kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia," jelas Lexyndo Hakim.

Agenda di hari pertama yang diberikan ke klub-klub di antaranya Overview Club Licensing Process 2020 serta plan 2021, CLAS System, Legal Criteria, Financial Criteria.

Sementara hari kedua Rabu (9/6), Coaching Education, Youth Development in Indonesia dan Youth Competition in Indonesia. Pada materi Coaching Education, Head of Coaching Education PSSI, Yeyen Tumena menyampaikan terkait pelaksanaan lisensi kepelatihan di Indonesia yang telah dijalankan dan akan dijalankan ke depan.

"Perlu diketahui bahwa terkait dengan lisensi kepelatihan semua dibuat berdasarkan berkomunikasi dengan AFC, sehingga lisensi kepelatihan ini tidak asal dibuat. Dan sesuai dengan roadmap yang ada sejak 2019," kata Yeyen Tumena.

Yeyen Tumena memberikan materi Coaching Education. (PSSI)

Sementara itu, PSSI Head of Elite Youth Programme, Mundari Karya bicara soal Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) pada tema Youth Development in Indonesia.

"Filanesia Adalah cara bermain yang dipilih oleh Indonesia untuk membawa sepak bola Indonesia ke level tinggi. Filanesia ini juga akan mengikuti perkembangan sepak bola modern dan akan mengupdate sistem pembelajarannya sesuai perkembangan sepak bola modern," kata Mundari Karya.

Sedangkan Albinus Laurensius selaku Head of Competition PSSI menyampaikan rencana pelaksanaan kompetisi usia muda yang dijalankan PSSI. "PSSI saat ini sedang merencanakan persiapan kompetisi usia muda baik Elite Pro Academy (EPA) U-20, U-18, dan U-16 serta Piala Soeratin U- 17 dan U-15."

Albinus Laurensius selaku Head of Competition PSSI. (PSSI)

Pada hari terakhir, seminar membahas Infrastructure Criteria. Head of Club Licensing Committee PSSI, Timmy Setiawan menjelaskan terkait dengan infrastruktur yang harus dimiliki oleh klub baik stadion untuk pertandingan dan lapangan latihan untuk peningkatan kualitas pemain.

Baca Juga:

Persija Siapkan Opsi Perpanjangan Kontrak untuk Angelo Alessio

Persija Umumkan Angelo Alessio sebagai Pelatih Anyar

"Kami menjabarkan terkait dengan stadion-stadion yang ada di Indonesia saat ini dan juga beberapa referensi lapangan latihan yang bisa dibuat oleh klub. Pembangunan stadion seharusnya didedikasikan untuk sepak bola, dengan tujuan membangun kemajuan sepak bola Indonesia, dan untuk lapangan latihan, kita bisa melihat banyak referensi yang sudah ada saat ini," kata Timmy Setiawan.

Keamanan dan keselamatan juga menjadi hal penting yang dibahas, termasuk rencana terkait regulasi stadion dan regulasi keamanan dan keselamatan yang diterbitkan PSSI. Adi Nugroho selaku Head of Infrastructure, Safety dan Security PSSI menjadi pembicara terkait hal tersebut.

"PSSI melalui Department Club Licensing dan Infrastructure ke depan akan melakukan verifikasi stadion terkait dengan regulasi baru yang akan diterbitkan, sekaligus juga melakukan pemuktahiran data yang nantinya akan menjadi database PSSI terkait stadion yang ada di Indonesia saat ini. Stadion mana yang memenuhi kualifikasi AFC dan secara nasional," kata Adi Nugroho.

Di akhir kegiatan, Yunus Nusi menutup dengan menyampaikan rencana implementasi National Club Licensing atau lisensi klub di level nasional.

"Bahwa sesuai dengan regulasi AFC, PSSI akan mulai mengimplementasikan National Club Licensing atau lisensi klub profesional di strata kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. Dengan demikian, saya berharap dengan tetap menjalankan Club Licensing Process ini, persepakbolaan nasional kita semakin maju dan profesional," terang Yunus Nusi.